Pada 2024, pemilik konsesi dan operator tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ini membukukan peningkatan produksi yang signifikan pada produksi logam.
Direktur Utama AMMAN Alexander Ramlie mengatakan, peningkatan produksi didorong oleh penambangan bijih berkadar tinggi dari puncak fase 7. Dimana produksi tembaga meningkat 27 persen dibanding tahun 2023.
Sementara, produksi emas meningkat 73 persen, yang merupakan capaian tertinggi sejak Batu Hijau beroperasi tahun 2000.
“Tahun ini juga menjadi tonggak sejarah bagi produksi emas di Batu Hijau, yang sebagian besar disebabkan oleh bijih berkadar tinggi dari fase 7, serta fokus tanpa henti pada efisiensi yang terus menjaga posisi AMMAN sebagai salah satu produsen tembaga berbiaya terendah di dunia,” kata Alexander Ramlie dalam keterangan tertulis, Kamis (20/3).
Dijelaskan, produksi tembaga, emas, serta konsentrat, masing-masing melampaui panduan kinerja sebesar 6 persen, 7 persen, dan 6 persen.
Produksi konsentrat pada 2024 naik 39 persen menjadi 755.083 metrik ton kering dibanding tahun 2023.
Volume material yang ditambang naik 2 persen dibanding tahun sebelumnya, terutama karena gangguan yang minim berkat faktor cuaca yang mendukung.
Alexander Ramli menambahkan, proyek ekspansi terus berjalan dengan standar keselamatan yang ketat, untuk memastikan keandalan fasilitas dalam jangka panjang.
Komisioning smelter masih berlangsung, dan berhasil memproduksi anoda tembaga pertama pada 12 Februari 2025.
Sementara katoda tembaga pertama diperkirakan akan dihasilkan pada akhir Maret 2025.
“Seiring transformasi AMMAN dari produsen konsentrat menjadi penghasil katoda dan emas batangan, perusahaan menghadapi tantangan teknis, termasuk optimalisasi proses dan kinerja peralatan, yang penyelesaiannya sangat penting untuk kelancaran transisi menuju operasi berskala penuh,” katanya.
Disampaikan juga, di luar pencapaian operasional ini, AMMAN sedang mendefinisikan ulang visi strategis, misi, dan nilai-nilai inti perusahaan untuk beradaptasi dengan industri yang semakin berbasis teknologi.
Transformasi ini didorong oleh program digitalisasi secara menyeluruh yang dirancang untuk mengintegrasikan analitik data, mengoptimalkan alur kerja, dan membekali karyawan dengan teknologi generasi terbaru.
“Dengan menyatukan operasi yang terintegrasi, budaya perusahaan yang diperbarui, dan kapasitas digital yang mutakhir, AMMAN memperkuat fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang,” katanya.
Direktur Keuangan AMMAN Arief Sidarto menambahkan, rekor operasional tercermin dalam kinerja keuangan yang solid. Dimana penjualan bersih naik 31 persen, dari USD 2.033 juta pada 2023 menjadi USD 2.664 juta pada 2024.
Hasil ini didorong oleh tingginya volume penjualan emas berkat bijih berkadar tinggi, serta harga emas dan tembaga yang masing-masing naik 23 persen dan 10 persen.
Profitabilitas AMMAN pun mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan penjualan bersih dan disiplin pengendalian biaya.
Arief menyampaikan, EBITDA AMMAN pada 2024 meningkat sebesar 40 persen, mencapai USD 1.462 juta. Meningkat dari USD 1.019 juta pada tahun 2023 yang didorong oleh penjualan bersih yang lebih tinggi.
“Selain itu margin EBITDA juga menguat, meningkat dari 50 persen menjadi 54 persen,” ujarnya.
Atas pencapaian itu, laba bersih AMMAN mengalami kenaikan signifikan sebesar 148 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari USD 259 juta pada 2023 menjadi USD 642 juta pada 2024.
“Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh peningkatan penjualan bersih, yang mengangkat margin laba bersih dari 13 persen menjadi 24 persen,” terangnya. (*/r1)
Editor : Marthadi