LombokPost-Sebanyak 10 kabupaten/kota se-NTB mulai menggelar panen raya padi serentak. Panen raya tingkat nasional dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto secara virtual, kemarin (7/4). Di NTB, panen raya yang dipimpin Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dipusatkan di Desa Teruwai, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).
Luas lahan padi yang dipanen kemarin mencapai 10 hektare (ha) untuk varietas padi Ciliwung. Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal merasa bangga karena NTB menjadi satu dari 14 provinsi yang mengikuti panen raya nasional yang dibuka langsung oleh Presiden Prabowo. "Kita bangga karena NTB menjadi salah satu lokasi strategis. Kita berkontribusi signifikan terhadap produksi beras nasional sebesar 9 persen," kata Miq Iqbal.
Presiden Prabowo Subianto menyapa dan berdialog secara virtual dengan sejumlah kepala daerah dan petani. Termasuk Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal diberi kesempatan menyampaikan kondisi capaian sektor pertanian kepada presiden.
Di hadapan presiden, Miq Iqbal menyebut hasil produksi gabah kering giling (GKG) NTB meningkat pada musim panen tahun ini. Selama masa panen pertama April ini, tingkat produktivitas mencapai lebih dari 900 ribu ton GKG. "Baru akhir MT (masa tanam, Red) satu, hanya empat bulan, kami sudah memproduksi 900 ribu ton lebih. Dengan surplus hampir 300 ribu ton," papar Miq Iqbal.
Jumlah itu diperkirakan meningkat dari produktivitas panen tahun lalu dengan produksi 1,45 juta ton gabah kering giling. "Peningkatan ini tidak lepas dari kebijakan pak presiden. Terutama harga gabah Rp 6.500 per kilo. Kebijakan ini membuat para petani tersenyum," ujar Iqbal.
Meksi demikian, pihaknya belum puas. NTB membutuhkan dukungan pemerintah pusat. Seperti revitalisasi saluran irigasi dan pengadaan alat pertanian, termasuk combine harvester dan traktor.
Untuk terus meningkatkan produksi pertanian, Iqbal meminta bantuan revitalisasi jalur irigasi yang sudah dibangun sejak masa Presiden Soeharto. Hingga saat ini banyak saluran lama yang belum tersentuh perbaikan. Dengan saluran irigasi yang memadai, harapannya masa tanam padi petani bisa lebih banyak dari saat ini.
"Kami mohon dukungan pak presiden untuk melakukan revitalisasi saluran irigasi sebagai strategi untuk meningkatkan produksi pertanian di NTB," papar Miq Iqbal.
Miq Iqbal juga memamerkan bibit padi varietas baru bernama Gogo Gora. Varietas baru itu sudah diuji coba di lahan 40 ha. Produksinya naik. Lahan padi yang tadinya memanen 6-7 ton per ha sekarang tingkat produktivitasnya naik menjadi 11-12 ton per ha.
Presiden Prabowo memberi apresiasi atas capaian tersebut. Terkait revitalisasi saluran irigasi pertanian, presiden menginstruksikan agar Pemprov NTB segera menyiapkan dokumen perencanaan revitalisasi. Dia juga komitmen untuk mendukung penuh penyediaan alat pertanian dan pengembangan benih unggul.
Menurut presiden, peningkatan hasil produksi pertanian merupakan capaian luar biasa. Sehingga harus didukung dengan sistem pengairan dan alat-alat pertanian yang lebih maju dan memadai.
"Kami akan bantu untuk intervensi. Kami akan kirimkan alat-alat tersebut. Intensifikasi lahan yang ada juga perlu kita tingkatkan produktivitasnya, apalagi saya dengar tadi ada peningkatan hasil dari 6–7 ton menjadi 10 ton per ha. Ini luar biasa," papar Presiden.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB Muhammad Taufieq Hidayat mengatakan masa panen pertama ini menunjukan produksi padi di NTB meningkat. "Pada MT 1 ini saja sudah surplus. Sehingga kalau kondisi stagnan saja pada periode panen kedua dan ketiga tidak masalah. Karena panen raya pertama ini kita surplus," jelas Taufieq.
Dia optimistis, peningkatan produksi tahun ini bisa lebih dari 1,5 juta ton GKG. Meningkat dari tahun 2024 sebanyak 1,45 juta ton. Peningkatan itu, jelas dia, salah satunya karena luas tanam yang meningkat. Dari 282 ribu ha tahun lalu menjadi 310 ribu ha tahun ini. "IP (indeks penanaman, Red) kita nambah. Sehingga luas tanam kita menjadi 310 ribu hektar," paparnya. (mar/r3)
Editor : Prihadi Zoldic