Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jalur Darat Bali Dibuka untuk Sapi NTB Malam Hari, Pemprov Bakal Atur Ulang Pengiriman

nur cahaya • Kamis, 24 April 2025 | 18:51 WIB

 

MENUNGGU GILIRAN: Puluhan truk yang mengangkut sapi harus menginap beberapa hari di areal Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, untuk bisa masuk kapal tujuan Pulau Jawa.
MENUNGGU GILIRAN: Puluhan truk yang mengangkut sapi harus menginap beberapa hari di areal Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, untuk bisa masuk kapal tujuan Pulau Jawa.
 

LombokPost-Pengiriman sapi dari NTB melalui Pelabuhan Gili Mas dan Lembar di Lombok Barat ke wilayah Jabodetabek akan ditata ulang oleh Pemprov NTB.

“Kami sudah menerima beberapa saran, termasuk dari pihak kementerian,” tegas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB Muhammad Riadi.

Sejumlah saran dan masukan telah diterima Disnakeswan NTB. Salah satunya, sebelum pemerintah menerbitkan surat rekomendasi kepada pengusaha ternak, mereka harus mencantumkan tanggal keberangkatan dan nama kapal pengangkut.

“Sapi ini harus dikirim ke wilayah Jabodetabek itu tanggal berapa, dan apa nama kapalnya itu mesti ada juga, mereka sudah punya tiket untuk nyeberang,” jelas Riadi.

Terkait kondisi terkini pengiriman sapi, Riadi mengungkapkan bahwa arus pengiriman mulai terurai secara bertahap. Disnakeswan NTB telah mengeluarkan surat rekomendasi pengiriman sapi ke wilayah Jabodetabek pasca-Idul Fitri sebanyak 8.709 ekor.

Photo
Photo

“Terbaru, kami cek di pelepasan Karantina Poto Tano, sudah keluar 6 ribu ekor, berarti ada 2.709 ekor yang belum. Tadi di-update sudah 500, sisa 2.209 ekor. Nanti akan kita update lagi datanya, saya pikir semakin banyak yang dikirim,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi tambahan dalam waktu dekat, meskipun sudah ada permohonan pengiriman hingga 3 ribu ekor sapi ke wilayah Jabodetabek melalui Pelabuhan Gili Mas dan Lembar.

“Ini kita tahan dulu yang ke tujuan Jabodetabek,” ujar Riadi.

Namun, jika tujuan pengiriman ke Pulau Kalimantan dan sekitarnya melalui Pelabuhan Badas di Sumbawa dan Pelabuhan Sape di Bima, maka surat rekomendasi tetap diterbitkan.

“Kalau yang ini, kami terbitkan surat rekomendasinya,” tandas kepala dinas.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, tata kelola pengiriman sapi akan menjadi perhatian ke depan. Setelah Idul Adha, pemprov akan duduk bersama pihak terkait untuk menyusun sistem pengiriman sapi yang lebih baik dari hulu ke hilir.

“Dan pasti ada perbaikan pergub. Tata kelola ini yang kita terapkan nanti adalah sistem yang sudah kita sepakati bersama antara pengusaha, pemerintah, aparat penegak hukum, karena lalu lintas dan memastikan juga ketersediaan kapal angkut,” jelas Miq Iqbal.

Ia juga telah berkoordinasi dengan Gubernur Bali I Wayan Koster untuk mengatasi antrean sapi yang akan dikirim ke Jabodetabek melalui Pelabuhan Gili Mas dan Lembar. Ia meminta izin agar kapal ferry dari Lombok yang membawa truk ternak dapat berlabuh di Pelabuhan Padang Bai dan melintasi daratan Pulau Bali menuju Jawa.

“Kami sudah siapkan kapalnya, cuma itu butuh izin perlintasan truk-truk kami di daratan Bali. Untuk tidak mengganggu lalu lintas di Bali, kami akan mengatur truk-truk kami melintas saat malam hari," jelasnya.

Permintaan tersebut disambut baik oleh Pemerintah Provinsi Bali. Tak lama kemudian, Dinas Perhubungan (Dishub) Bali mengeluarkan surat keputusan. Segala aturan yang diberikan Pemprov Bali akan disosialisasikan kepada seluruh peternak. Ini merupakan pertama kalinya sapi asal NTB dapat melintasi daratan Bali. (yun/r7)

Editor : Pujo Nugroho
#Bali #sapi #pelabuhan #pengiriman #Pemprov NTB