LombokPost-Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto langsung mendapat respons positif dari warga NTB. Sejak diluncurkan pada 10 Februari, sudah ada 6 ribu warga yang memanfaatkan layanan ini.
Mereka melakukan pemeriksaan kesehatan di 177 puskesmas dan sejumlah rumah sakit daerah milik kabupaten/kota. Program CKG telah diterapkan secara serentak di 10 kabupaten/kota di NTB sejak peluncurannya.
"Begitu diluncurkan oleh Presiden, kami langsung bergerak. Sekarang NTB sudah berada di zona hijau, yang artinya program ini sedang berjalan dengan baik," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) NTB Lalu Hamzi Fikri.
Fikri menambahkan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena memungkinkan warga untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai risiko penyakit, seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, risiko stroke, kesehatan jantung, fungsi ginjal, hingga deteksi dini kanker. "Cek kesehatan ini sebagai langkah preventif sebelum penyakit itu datang," ujarnya.
Dari 6 ribu peserta, 60 persen di antaranya adalah perempuan. Dinkes berharap sosialisasi program ini terus dilakukan agar lebih banyak masyarakat yang memanfaatkannya.
Namun, Fikri mengakui adanya kendala terkait sarana prasarana dan tenaga kesehatan (nakes). Saat ini, pelayanan masih memadai, tetapi ada kekhawatiran jika pada tanggal-tanggal tertentu, seperti 17 Agustus dan 31 Desember, pasien akan membludak.
"Pada tanggal-tanggal tersebut banyak warga NTB yang berulang tahun, jadi kami khawatir kewalahan jika pasien membludak," katanya.
Fikri juga menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap insentif nakes, agar program ini tidak terkendala. "Saya dengar ini sedang dibahas, karena program ini baru dimulai," paparnya.
Program cek kesehatan gratis ini menargetkan 4,6 juta warga NTB, dengan sasaran meliputi 112 ribu bayi baru lahir, 614 ribu balita dan anak usia prasekolah, 438 ribu usia sekolah dan remaja, 3,3 juta orang dewasa, serta 555 ribu lansia. "Sebagian besar data progres di Pulau Lombok, tetapi secara keseluruhan, 10 kabupaten/kota di NTB telah memulai program ini," jelas Fikri.
Untuk memanfaatkan layanan CKG, masyarakat perlu memiliki aplikasi SatuSehat. Mereka cukup mengisi biodata diri, memilih tanggal pemeriksaan, dan mendapatkan tiket pemeriksaan. Bagi anggota keluarga seperti anak-anak atau lansia yang tidak memiliki gadget, mereka bisa ditambahkan sebagai profil tertaut di akun SatuSehat milik anggota keluarga lain. Dengan fitur ini, program kesehatan gratis tetap dapat diakses seluruh anggota keluarga. (mar/r7)
Editor : Rury Anjas Andita