LombokPost – Mandalika Grand Prix Association (MGPA) memiliki harapan besar gelaran GT World Challenge Asia (GTWCA) 2025.
Tidak hanya akan menjadi tontonan balap kelas dunia, GT World Challenge Asia juga diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Salah satu harapan utama adalah investasi yang berpotensi datang dari sekitar 50 pebisnis yang juga merupakan gentlemen driver atau pebalap GT World Challenge Asia yang berpartisipasi dalam ajang ini.
Harapan ini disampaikan oleh Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria di sela-sela kegiatannya.
Menurutnya, kehadiran para pebalap yang juga memiliki latar belakang bisnis yang kuat ini membuka peluang investasi di berbagai sektor di dalam KEK Mandalika.
“Kami sangat antusias dengan potensi dampak ekonomi yang bisa dihasilkan oleh GT World Challenge Asia 2025. Kehadiran sekitar 50 pebisnis yang juga merupakan pebalap ini adalah peluang emas. Kami berharap investasi dari mereka tidak hanya terpusat pada satu sektor, tetapi dapat menyebar luas di berbagai bidang usaha di seluruh kawasan KEK Mandalika,” ujar Priandhi Satria.
Lebih lanjut, Priandhi Satria menjelaskan MGPA telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pengelola KEK Mandalika, untuk memfasilitasi potensi investasi ini.
Diharapkan, para pebisnis-pebalap tersebut dapat melihat langsung potensi dan peluang yang ada di Mandalika, sehingga tertarik untuk menanamkan modal dan mengembangkan usaha di kawasan tersebut.
Kepala Administrator KEK Mandalika, Bambang Wicaksono, menyambut baik harapan dari MGPA.
Ia menyatakan bahwa KEK Mandalika memiliki berbagai potensi investasi yang menarik, mulai dari sektor pariwisata, akomodasi, hingga pengembangan infrastruktur pendukung.
“Kami siap menyambut para investor dan memberikan kemudahan serta dukungan untuk mengembangkan usaha mereka di Mandalika,” kata Bambang Wicaksono.
Dampak ekonomi yang diharapkan tidak hanya terbatas pada investasi langsung. Penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2025 juga diprediksi akan meningkatkan kunjungan wisatawan, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal.
Sektor-sektor seperti perhotelan, kuliner, transportasi, dan kerajinan lokal diharapkan akan merasakan dampak positif dari event internasional ini.
Dengan demikian, GT World Challenge Asia 2025 tidak hanya menjadi ajang balap yang menarik, tetapi juga diharapkan menjadi momentum penting bagi pengembangan ekonomi berkelanjutan di KEK Mandalika.
Serta membawa manfaat yang merata bagi seluruh masyarakat dan pelaku usaha di kawasan tersebut. (nur)
Editor : Rury Anjas Andita