LombokPost - Mandalika Lombok kini telah menjelma menjadi destinasi andalan NTB bahkan Indonesia. Statusnya yang merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), keberadaan Sirkuit Internasional Mandalika, hingga Bandara Internasional Lombok yang sangat dekat menjadi penyokong tumbuh kembang Mandalika.
Namun patut diingat, NTB bukan hanya Mandalika. Ada banyak destinasi luar biasa lain yang patut ditengok pemerintah untuk juga dikembangkan.
Hal itu diingatkan Taufan Rahmadi dalam tulisannya berjudul Membangun Konektivitas untuk Masa Depan Pariwisata NTB Berkualitas. Ditegaskan pemerhati pariwisata itu, langkah Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam mendorong pembangunan jalur port to port Lembar–Kayangan dan pengembangan jalur logistik laut murah adalah sinyal kuat bahwa masa depan pariwisata tak bisa lagi dibangun di atas narasi promosi semata.
Infrastruktur kata Taufan Rahmadi adalah nadi utama yang menentukan denyut keberlanjutan sektor ini. Ketika konektivitas antarwilayah terjamin cepat, murah, dan efisien, maka ekosistem pariwisata yang inklusif akan tumbuh secara organik.
"Saya melihat kebijakan ini bukan sekadar proyek logistik, tetapi fondasi transformasi kawasan. Jalur port to port bukan hanya menghubungkan dua pelabuhan utama NTB, melainkan menjembatani antara pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan sentra budaya yang selama ini tercerai oleh keterbatasan akses. Inilah bentuk nyata dari strategi pembangunan berbasis keadilan spasial dan keberpihakan pada wilayah timur Indonesia," tegas Taufan Rahmadi.
Dia lantas menegaskan, yang perlu dicatat, NTB bukan hanya Mandalika. Ada ribuan titik keindahan, potensi desa wisata, hingga ragam budaya otentik yang tersebar dari ujung Lembar hingga Kayangan. Namun lanjut Taufan Rahmadi, tanpa konektivitas yang tangguh, destinasi-destinasi ini akan terus terisolasi dari arus kunjungan dan investasi.
Taufan Rahmadi melanjutkan, dengan jalur logistik laut murah yang dirancang terpadu, maka biaya perjalanan wisata dan distribusi produk ekonomi kreatif pun bisa ditekan drastis. Inilah strategi hilirisasi pariwisata yang sesungguhnya, menguatkan dari akar, bukan hanya membangun dari permukaan.
Lebih dari itu, Taufan Rahmadi mengomentari langkah Gubernur Iqbal bertemu Menko AHY yang disebutnya mencerminkan kepemimpinan yang progresif dan kolaboratif. "Dalam era persaingan destinasi global, NTB membutuhkan pemimpin yang bukan hanya mampu merumuskan visi, tetapi juga aktif menjalin sinergi antar-lembaga untuk memperjuangkan eksekusinya," Taufan memuji gubernur Lalu Muhamad Iqbal.
Kini tinggal bagaimana pusat menindaklanjuti inisiatif daerah ini secara konkret. Karena jika infrastruktur konektivitas ini berhasil diwujudkan, NTB akan memiliki peluang besar menjadi logistics and tourism gateway di kawasan timur Indonesia di mana pariwisata tumbuh bukan karena dibangun, tetapi karena terkoneksi.
Diberitakan sebelumnya Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bertemu Menteri Koordinator (Menko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membahas sejumlah pembangunan strategis. "Di antara yang saya bahas dengan Pak Menteri, jalan port to port yang paling efisien untuk memperlancar arus penumpang dan logistik," katanya, Kamis (15/5) melalui keterangan persnya.
Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan, jalan port to port ini dibutuhkan untuk pengembangan kawasan. Akses jalur transportasi menjadi salah satu yang kerap dikeluhkan. "Perlu ada jalur alternatif yang kemudian membuat arus logistik dan penumpang lebih cepat dan murah," terangnya.
Hal lain, Lalu Muhamad Iqbal juga membahas rencana pengembangan jalur logistik laut yang lebih murah. "Jalur laut ini berbasis barge-container atau bulk. Saat kami di NTB akan mulai kajian bersama Istitut Sepuluh November Surabaya," terangnya.
Lebih lanjut, kepada Menko AHY, dia juga mengupayakan memasukkan NTB dalam daftar daerah yang mendapatkan prioritas untuk pengolahan sampah menjadi energi di dalam Perpres 35 tahun 2018. Di dalamnya mengatur mengenai harga beli listrik PLN dan subsidi dari pemerintah terkait tipping fee sampah. "Sesuai dengan kewenangan beliau, kami minta dukungan. Karena saya tahu beliau memberikan perhatian khusus kepada NTB," tandas Lalu Muhamad Iqbal yang merupakan suami dari Sinta Agathia Soedjoko ini.
Menko AHY menyambut positif pemikiran inovatif dari Gubernur NTB. Ia pun berjanji akan memberikan atensi khusus. "Karena banyak persoalan di Indonesia yang butuh solusi yang out of the box, khususnya terkait dengan conektivitas dan arus logistik," kata AHY.
Untuk diketahui, Perpres 35 tahun 2018 terkait daerah yang mendapat dukungan pusat dalam pengolahan sampah hanya ada 12 yaitu Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Bekasi, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, Makassar, Denpasar, Palembang, dan Manado. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic