Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Top 10 Cara Menyampaikan Aspirasi Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa yang Lebih Baik Ketimbang Memblokir Jalur Pelabuhan Poto Tano

Prihadi Zoldic • Jumat, 16 Mei 2025 | 21:36 WIB

Masyarakat Pulau Sumbawa pasti punya alasan kuat kenapa sampai nekat ingin membentuk provinsi sendiri, ingin berpisah dari induk yang telah melahirkan dan membesarkannya yakni NTB.
Masyarakat Pulau Sumbawa pasti punya alasan kuat kenapa sampai nekat ingin membentuk provinsi sendiri, ingin berpisah dari induk yang telah melahirkan dan membesarkannya yakni NTB.

 

LombokPost - Provinsi Pulau Sumbawa, sebuah ide yang sejatinya tidak baru. Sudah mengemuka cukup lama, namun sempat mati suri seiring moratorium pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) oleh pemerintah pusat.

 

Ide Provinsi Pulau Sumbawa ini kini kembali mengemuka di era kepemimpinan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Sebuah ide yang seolah tenggelam dan tak terendus sama sekali saat era kepemimpinan gubernur sebelumnya Zulkieflimansyah. 

 

Bahkan, baru-baru ini, dilakukan aksi demonstrasi menuntut pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa, dengan memblokir akses dari dan menuju Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa. Pelabuhan yang menjadi penghubung Lombok dan Sumbawa, dua pulau yang hingga kini masih termasuk dalam provinsi NTB.

Aksi blokade tersebut jelas menimbulkan pro dan kontra. Mereka yang mengkritisi mempermasalahkan pilihan blokade Poto Tano yang diambil. Bukankah pelabuhan itu adalah denyut nadi ekonomi. Banyak kepentingan di sana yang tak sepatutnya dikorbankan.

 

Terkait hal tersebut, pemerhati sosial budaya Anas Amrullah memberikan pandangannya. Dia bahkan menawarkan 10 ide aksi masa, viral dan damai. Dikatakan, salah satu tujuan aksi masa adalah pesan yang ingin disampaikan harus sampai kepenentu kebijakan dan viral. "Aksi masa tidak harus menjadi sesuatu yang meresahkan dan mengganggu kepentingan publik," tegasnya. 

 

Penggagas menurut Anas Amrullah aksi bisa melakukan aksi-aksi kreatif. Aksi yang menyenangkan, damai, dan berpotensi viral untuk menyuarakan pemisahan provinsi dan menarik perhatian pemerintah pusat.

 Baca Juga: Terkait Aspirasi Provinsi Pulau Sumbawa, Fauzan Khalid Janji Akan Terus Berupaya Desak Pemerintah Pusat Tuntaskan PP Akhir 2025
Berikut 10 ide aksi yang kreatif versi Anas Amrullah: 
 
1. Parade Budaya Daerah Bertema “Kami Siap Mandiri”
Gelar karnaval budaya yang menampilkan pakaian adat, tarian, kuliner, dan musik lokal. Diakhiri dengan orasi damai dan pembacaan “Manifesto Mandiri”.
 
2. Flashmob di Alun-Alun / Pusat Kota
Ratusan orang menari dengan koreografi unik dan pesan "Pemisahan Damai Demi Kemajuan". Direkam profesional untuk disebar di media sosial.
 
3. Kampanye “1.000 Surat Cinta untuk Presiden”
Warga dari semua kalangan menulis surat terbuka penuh harapan tentang masa depan jika provinsi berdiri sendiri.
Dibuat digital dan cetak, lalu dikirim dan dipublikasikan serentak.
 
4. Aksi Simbolik Menanam 1.000 Pohon Bertema “Tumbuh Sendiri”
Aksi tanam pohon bersama sambil membawa spanduk “Waktunya Kami Tumbuh Sebagai Provinsi Baru”.
 
5. Festival Kuliner “Rasa Baru, Provinsi Baru”
Pasar makanan khas daerah dengan booth edukatif tentang potensi dan alasan pemisahan provinsi.
Disertai lomba masak antar-kecamatan.
 
6. Aksi “Peta Manusia”
Ribuan orang membentuk peta provinsi baru dari udara, diwarnai dengan pakaian warna khas.
Drone merekam dan hasilnya disebarkan luas.
 
7. Operasi Balon Harapan
Ratusan balon dilepas ke langit dengan pesan harapan warga untuk daerahnya.
Disertai kampanye video “Apa harapanmu untuk provinsi baru?”
 
8. Panggung Rakyat “Stand Up Pemekaran”
Acara stand-up comedy, puisi, musik, dan teatrikal ringan yang membahas isu pemekaran secara cerdas dan satir.
 
9. Gerakan “Selfie Mandiri”
Kampanye media sosial dengan hashtag, di mana warga selfie dengan background fasilitas buruk dan tulisan “Kami Bisa Lebih Baik Kalau Mandiri”.
 
10. Aksi “Satu Suara, Satu Lagu”
Ciptakan lagu tema pemekaran, libatkan musisi lokal dan paduan suara massal.
Lagu ini diluncurkan serentak secara online dan saat aksi damai.
 
 
Diberitakan sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sempat merespons wacana tersebut. Ia menyampaikan bahwa usulan pembentukan DOB Provinsi Pulau Sumbawa bukan hal baru. “Pemikiran itu kan sudah lama. Tapi keputusan ini berada di tangan pemerintah pusat,” kata Miq Iqbal.

 Baca Juga: Top 10 Kota Paling Maju di Luar Jawa, Mataram Masuk Jajaran Elite

Iqbal pun enggan menanggapi lebih jauh sikap sejumlah warga dan anggota DPRD NTB yang secara terbuka mendukung pembentukan PPS. “Nggak ada tanggapan. Itu kan kebijakan pusat. Tergantung pusatlah,” ujar mantan Duta Besar RI untuk Turki itu.

 
Terpisah, Anggota Komisi II DPR RI Fauzan Khalid sebelumnya merespons cepat aksi masyarakat Sumbawa terkait Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS). Fauzan menilai hal itu sudah disampaikan kepada para pihak terutama di Kementerian Dalam Negeri. 

 

Bupati Lombok Barat dua periode ini berkomitmen untuk membantu gerakan masyarakat Pulau Sumbawa. Salah satunya dengan cara menyuarakan aspirasi masyarakat itu melalui rapat-rapat di DPR. "Itu sebagai acuan dalam pengusulan dan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB)," ujar Fauzan Khalid saat dimintai pendapatnya Jumat (16/5/2025).

Namun Fauzan mengingatkan, proses pembentukan DOB memang tidak bisa dilakukan cepat. Bahkan, RPP yang merupakan amanat undang-undang nomor 23 tahun 214 saja sudah lama tidak dibahas.

NTB diguncang isu pemekaran yang melibatkan 1.650.100 penduduk di Pulau Sumbawa
NTB diguncang isu pemekaran yang melibatkan 1.650.100 penduduk di Pulau Sumbawa

Namun pihaknya berupaya mendesak agar PP harus segera tuntas pada 2025. "Seperti yang saya sampaikan bahwa PP itu harus selesai di 2025 ini setelahnya baru kita usahakan berproses. Saya berkomitmen untuk itu," Tegasnya wakil rakyat dari Dapil NTB 2 Pulau Lombok ini.

 

Dilain sisi Fauzan mendorong agar penyampaian aspirasi itu ditempuh melalui jalur formal termasuk dalam konteks demonstrasi. "Apapun tuntutan kita, jangan sampai mengganggu fasilitas publi, apalagi Pelabuhan Poto Tano yang menjadi jalur utama mobilitas warga terutama untuk kelancaran perekonomian daerah," harap Fauzan Khalid.

 
Jadi bagaimana? Tertarik dengan ide tersebut? Atau kembali pada pola menutup pelabuhan? (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic
#anas amrullah #Provinsi Pulau Sumbawa #NTB #Poto Tano #Lalu Muhamad Iqbal #Zulkieflimansyah