Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Top! Desa Lendang Nangka, Lombok Timur, Nol Kasus Perkawinan Anak. Bunda Sinta Beri Apresiasi

Umar Wirahadi • Rabu, 21 Mei 2025 | 07:00 WIB
BERI APRESIASI: Ketua Tim Penggerak PKK NTB Sinta Agathia Soedjoko mengapresiasi capaian Desa Lendang Nangka, Lombok Timur, yang berhasil menekan perkawinan anak jadi nol kasus.
BERI APRESIASI: Ketua Tim Penggerak PKK NTB Sinta Agathia Soedjoko mengapresiasi capaian Desa Lendang Nangka, Lombok Timur, yang berhasil menekan perkawinan anak jadi nol kasus.

LombokPost – Pernikahan usia anak-anak masih menjadi persoalan serius di NTB. Masih banyak anak menikah di bawah usia yang ditetapkan undang-undang perkawinan. Yaitu pria dan wanita minimal berusia 19 tahun. 

       Maraknya kasus perkawinan anak menjadi sorotan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Sinta Agathia Soedjoko. Dikatakan, perkawinan anak menjadi penyumbang utama mata rantai kemiskinan di Bumi Gora. NTB harus bisa keluar dari lingkaran persoalan sosial dan ekonomi yang membelenggu.

"Perkawinan anak menimbulkan banyak efek negatif, baik secara psikologis, sosial, maupun ekonomi," kata Bunda Sinta, Selasa (20/5). 

       Hal itu disampaikan dalam acara  "Gawe Gubuk Layanan Integrasi Perlindungan Anak dan Pencegahan Perkawinan Anak" melalui program BERANI II yang berlangsung di Alun-alun Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). 

        Ditegaskan, pernikahan pada usia anak harus dihindari. Orang tua dan lingkungan memegang peranan penting dalam hal itu. "Sebab dampaknya panjang dan menyulitkan masa depan anak-anak kita," jelasnya.

        Bunda Sinta menyoroti pentingnya keterlibatan seluruh pihak. Mulai dari pemerintah provinsi, pemkab, hingga keluarga. Dia juga menekankan peran penting sosok ayah dalam pola pengasuhan.

"Selama ini pengasuhan seringkali dibebankan hanya kepada ibu. Padahal, keterlibatan ayah sangat penting dalam membentuk karakter dan kesiapan anak laki-laki menjadi pemimpin keluarga yang matang, baik secara emosional maupun finansial," tegas Sinta.  

       Bunda Sinta pun memberi contoh yang membanggakan yang dicapai oleh 

Desa Lendang Nangka. Desa ini berhasil menekan angka pernikahan anak hingga nol kasus. Sebuah pencapaian luar biasa yang patut mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah. "Saya sangat mengapresiasi kepala Desa Lendang Nangka (Lalu Muhammad Isnaini, Red) dan perangkat desa atas komitmen dan kerja keras menekan angka perkawinan anak menjadi zero," tandas istri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal itu. (mar)

Editor : Redaksi Lombok Post
#perkawinan #Pernikahan Anak #PKK #Lombok Timur