LombokPost - Rangkaian puncak ibadah haji 2025 yang dikenal dengan istilah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) telah tuntas Senin (9/6) siang.
Selanjutnya seluruh jamaah haji Indonesia termasuk NTB mempersiapkan diri untuk kembali ke Tanah Air.
Kepala Sub Bagian Humas Kanwil Kemenag NTB Karya Gunawan menegaskan untuk rombongan jamaah haji Debarkasi Lombok ditandai dengan kedatangan jamaah kloter 1 asal Lombok Barat pada 12 Juni mendatang.
Gunawan mengatakan jumlah jamaah haji asal NTB yang meninggal dunia bertambah menjadi sembilan orang. Sedangkan yang menjalani perawatan karena sakit sebanyak 13 orang.
Baca Juga: Viral! Dugaan Pungli Safari Wukuf Gratis Muncul, BP Haji Siap Tindak Oknum KBIH
Langsung Dijemput Keluarga
Sementara itu, Kepala UPT Asrama Haji Debarkasi Lombok Wardatul Jannah mengatakan telah bersiap untuk menyambut kepulangan jamaah haji.
“Fasilitas di Aula Bir Ali I akan kami gunakan sebagai lokasi kedatangan para jamaah, ini sudah kami persiapkan ya,” ujarnya.
Untuk kamar di gedung Asrama Haji, masalah sangat kontras saat keberangkatan.
Saat keberangkatan, jamaah harus menginap tetapi saat kepulangan langsung dijemput oleh keluarga masing-masing.
Meski begitu, ada saja yang memanfaatkan fasilitas UPT Asrama Haji, yakni jamaah haji asal Kota Bima dan Sumbawa Barat.
Untuk Kota Bima, jamaah haji akan menginap satu malam, dan keesokan harinya, mereka pulang ke Kota Bima menggunakan pesawat.
Sementara itu, jamaah haji asal Sumbawa Barat memanfaatkan fasilitas hanya untuk beristirahat dan mengganti pakaian, kemudian di hari yang sama rombongan langsung bertolak ke Sumbawa Barat.
“Dari jauh hari Kemenag Kota Bima dan Sumbawa Barat sudah menyampaikan surat kepada kami, dan kami menyiapkan kamar untuk mereka,” jelas dia.
Untuk penjemputan jamaah, keluarga hanya diperbolehkan menjemput dengan kendaraan roda dua dan roda empat.
Maksimal yang diizinkan masuk hanya dua orang anggota keluarga.
Pemeriksaan Kesehatan
Terpisah, Ketua Tim Kerja 4 Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Mataram dr Ferry Wardhana mengatakan terkait kesiapan kepulangan jamaah haji, maka segera digelar rapat koordinasi dengan dinas kesehatan provinsi dan 10 kabupaten/kota.
Untuk menyediakan masing-masing satu unit ambulans di UPT Asrama Haji Debarkasi Lombok.
Baca Juga: BKK Mataram Antisipasi Penyakit Meningitis dan Covid-19 Saat Kepulangan Jemaah Haji NTB
“Semuanya harus standby di asrama haji,” ujarnya.
BKK Mataram juga mengerahkan tiga unit ambulans untuk menyambut kepulangan jamaah haji asal NTB saat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).
Pihaknya juga berkoordinasi dengan tiga rumah sakit (RS) rujukan, RS Mandalika, RS Tripat dan RSUD NTB.
“Ini untuk mengantisipasi apabila ada jamaah haji kita yang mengalami kondisi kritis pada saat kepulangan,” tegasnya.
BKK Mataram juga berkoordinasi dengan BKK Medan, Sumatera Utara. Karena pesawat yang membawa jamaah haji asal NTB akan transit di Bandara Internasional Kualanamu.
“Sebagai langkah antisipasi kami juga, apabila ada jamaah haji kita yang mengalami kondisi kritis di Kualanamu, bisa ditangani pada saat di Medan,” jelas dr Ferry.
Saat tiba di UPT Asrama Haji Debarkasi Lombok, BKK Mataram tetap akan memeriksa kesehatan jamaah.
Ini untuk mencegah penularan penyakit, dan memastikan jamaah dalam kondisi baik.
“Di Aula Bir Ali 1, ada pemeriksaan screening suhu tubuh, pemeriksaan survailen TBC serta yang lainnya, pastinya petugas kami akan berkeliling untuk melihat jamaah haji saat kepulangan,” ujarnya.
Baca Juga: Arab Saudi Umumkan Keberhasilan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1446 H
Penyakit yang paling diantisipasi adalah Meningitis. Sebab, tahun lalu ada jamaah haji NTB yang meninggal saat kepulangan karena meningitis.
“Penyakit berikutnya ada Covid-19, flu dan radang paru-paru, pastinya juga TBC, kami akan melihat apakah jamaah haji yang mengidap TBC itu rutin minum obat atau tidak,” tandas dr Ferry.
JADWAL KEPULANGAN JAMAAH HAJI NTB
-Kloter 1 asal Lombok Barat
12 Juni 2025 (GIA 5401 JED)
Tiba di Mataram: 00.30 Wita
Jumlah: 393 orang
-Kloter 2 asal Lombok Tengah
13 Juni 2025 (GIA 5402 JE)
Tiba di Mataram: 07.30 Wita
Jumlah: 393 orang
-Kloter 3 asal Kota Mataram
14 Juni 2025 (GIA 5403 JED)
Tiba di Mataram: 12.40 Wita
Jumlah: 393 orang.
-Kloter 4 asal Lombok Timur
15 Juni 2025 (GIA 5404 JED)
Tiba di Mataram: 20.10 Wita
Jumlah: 393 orang
-Kloter 5 asal Bima
17 Juni 2025 (GIA 5405 JED)
Tiba di Mataram: 03.40 Wita
Jumlah: 393 orang
-Kloter 6 asal Lombok Tengah
18 Juni 2025 (GIA 979 JED)
Tiba di Mataram: 17.20 Wita
Jumlah: 393 orang
-Kloter 7 asal Lombok Tengah dan Lombok Timur
20 Juni 2025 (GIA 5407 JED)
Tiba di Mataram: 07.55 Wita
Jumlah: 393 orang
-Kloter 8 asal Sumbawa dan Kota Bima
21 Juni 2025 (GIA 5408 JED)
Tiba di Mataram: 16.00 Wita
Jumlah: 393 orang
-Kloter 9 asal Kota Mataram dan Lombok Timur
22 Juni 2025 (GIA 5409 JED)
Tiba di Mataram: 23.45 Wita
Jumlah: 393 orang
-Kloter 10 asal Dompu, Bima dan Kota Bima
24 Juni 2025 (GIA 5410 JED)
Tiba di Mataram: 09.10 Wita
Jumlah: 393 orang
-Kloter 11 asal Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara dan Sumbawa Barat
25 Juni 2025
Tiba di Mataram: 16.25 Wita
Jumlah: 393 orang
-Kloter 12 asal Lombok Barat, Sumbawa dan Dompu
27 Juni 2025 (GIA 5412 JED)
Tiba di Mataram: 02.10 Wita
Jumlah: 221 orang
Sumber: Kemenag NTB (yun/r3)
Editor : Kimda Farida