LombokPost – Masih maraknya kasus kekerasan seksual yang menimpa perempuan dan anak-anak menjadi perhatian serius Pemprov NTB.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal pun mengambil langkah preventif untuk mencegah meluasnya kasus tersebut.
Caranya dengan melakukan kerja kolaboratif dengan melibatkan lintas instansi dalam rapat, Senin (16/6).
Mulai dari unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat maupun lembaga pemerhati perempuan dan anak.
Akhirnya, rapat yang digelar di ruang kerja Gubernur NTB itu berhasil membentuk Forum Kolaborasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (FKP2KS).
"Lembaga ini jadi komitmen Pak Gubernur (Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Red) dalam mencegah kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak," kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) NTB Yusron Hadi, Senin (16/6).
Pembentukan FKP2KS, jelas Yusron, merupakan inisiatif dan langkah strategis yang dilakukan Gubernur Iqbal.
Ini untuk menyiapkan masih maraknya peristiwa tindak kekerasan pada perempuan dan anak yang terjadi di berbagai daerah di NTB.
Baik di lembaga pendidikan seperti pondok pesantren maupun lingkungan perguruan tinggi.
"Hari ini Pak Gubernur mengambil langkah cepat dan taktis merespons berbagai peristiwa tindak kekerasan yang menimpa perempuan dan anak," tutur Yusron.
Bukan hanya itu, FKP2KS juga bisa menangani pengaduan masyarakat terkait aksi joget erotis pada kesenian kecimol.
Agar bisa memiliki kekuatan lebih, Gubernur meminta OPD terkait untuk segera memformulasikan FKP2KS.
Ke depan, lembaga ini harus bisa menindaklanjuti berbagai laporan.
"Baik untuk pencegahan, penanganan kelompok rentan, penanganan aduan, hingga penindakan," jelas Yusron.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB Zamroni Azis mengapresiasi langkah strategis yang diambil oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Semua instansi terkait harus melakukan kerja kolaboratif.
Tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga komprehensif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
"Ini merupakan strategi pencegahan dan penanganan kasus kekerasan pada perempuan dan anak. FKP2KS akan merumuskan langkah-langkah pencegahan ke depannya," papar Zamroni Aziz.
Editor : Redaksi Lombok Post