LombokPost – Banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB bekerja ke luar negeri tanpa bekal pengetahuan keuangan.
Akibatnya, tidak sedikit yang pulang tanpa hasil memadai meski sudah bertahun-tahun bekerja.
Sehingga penting sekali agar calon PMI mendapatkan literasi keuangan.
"Inilah pentingnya literasi keuangan bagi calon PMI. Agar mereka pulang bisa mengelola hasil bekerja di luar negeri," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Baiq Nelly Yuniarti.
Ia menegaskan, pengelolaan keuangan bagi calon PMI sebelum berangkat sangat penting.
PMI diminta melihat penghasilan dari luar negeri bukan semata sebagai hasil kerja keras, tetapi menjadi modal penting untuk menata kehidupan jangka panjang.
Dengan literasi keuangan yang baik, kata Nelly, para pekerja migran diharapkan bisa membangun masa depan yang lebih baik.
Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga keluarga dan komunitas di kampung halaman.
"Banyak yang sudah bertahun-tahun bekerja tapi tidak memiliki tabungan. Hari ini, PMI kita harus belajar cara mengelola penghasilan agar berkah dan bermanfaat," ujarnya.
Nelly juga menyampaikan, para PMI memiliki peran besar dalam menyumbang devisa negara. Pada April 2025, total remitansi yang masuk ke NTB dari PMI mencapai lebih dari Rp 41 miliar.
"Ini bukan angka kecil dan harus kita maksimalkan manfaatnya melalui pengelolaan yang tepat," imbuhnya.
Ia menambahkan, kerja keras di luar negeri harus diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan. Hal itu penting untuk mempersiapkan masa depan setelah kembali ke tanah air.
Nelly juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur berangkat secara ilegal untuk menghindari risiko perdagangan orang dan eksploitasi.
"Jangan coba-coba berangkat ilegal. Semua harus dengan cara legal. Bahkan ke Malaysia saja sekarang sudah zero cost. Jadi sangat mudah," tutupnya.
Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) Provinsi NTB merespons permintaan Disnakertrans tersebut. Ketua APJATI NTB Edy Sopyan mengatakan, pihaknya tidak hanya merekrut calon PMI, tetapi juga rutin memberikan edukasi dan sosialisasi.
Mulai dari cara mengelola uang, perencanaan menabung, investasi, hingga pemahaman produk keuangan dan pengelolaan utang.
"Kami juga ingin PMI ini sukses. Pulang dari luar negeri bisa mengangkat ekonomi keluarganya," kata Edy.
APJATI kerap memberikan edukasi melalui kisah inspiratif mantan PMI yang sukses. Hal ini untuk memotivasi para calon pekerja migran.
"Kami datangkan mereka yang sukses. Salah satunya karena bisa mengelola keuangan," tuturnya. (mar/r7
Editor : Jelo Sangaji