Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Balai Bahasa NTB Latih 251 Guru Master Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2025

Yuyun Kutari • Selasa, 17 Juni 2025 | 23:38 WIB
Foto bersama Balai Bahasa Provinsi NTB, perwakilan pemprov NTB dan pihak terkait lainnya saat pembukaan pelatihan Guru Master Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2025, Selasa (17/6).
Foto bersama Balai Bahasa Provinsi NTB, perwakilan pemprov NTB dan pihak terkait lainnya saat pembukaan pelatihan Guru Master Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2025, Selasa (17/6).

Lombok Post – Komitmen kuat ditunjukkan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB, dalam program Revitalisasi Bahasa Daerah. Secara konsisten sejak tahun 2022, telah melaksanakannya termasuk Bimbingan Teknis Guru Master.

Tahun ini, sebanyak 251 guru master menjadi sasaran partisipasi aktif Balai Bahasa Provinsi NTB. Sasaran melibatkan guru bahasa Indonesia, Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), kepala sekolah, dan pengawas sekolah di 10 kabupaten/kota di NTB.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Dora Amalia mengungkapkan seluruh tahapan program Revitalisasi Bahasa Daerah, telah dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB.

“Seluruh tahapan tersebut merupakan cerminan upaya, baik dalam dukungan program, SDM, dan anggaran, antara Balai Bahasa Provinsi NTB dan pemerintah daerah,” terangnya, Selasa (17/6).

Hal ini merupakan tanggung jawab bersama, terutama dalam pelibatan dan partisipasi aktif masyarakat. “Kami berkewajiban memberikan arahan, cara, atau model pelestarian bahasa daerah,” ujarnya.

Ia juga melihat kesungguhan pemda di NTB dalam pelestarian bahasa daerah, dengan diberikannya penghargaan program Revitalisasi Bahasa Daerah kepada Pemkab Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Kota Bima.

“Penghargaan kepada tiga kepala daerah tersebut merupakan wujud komitmen yang kuat terhadap dukungan program kami,” jelas Dora Amalia.

Program Revitalisasi Bahasa Daerah ini harus terus diperluas dan menyasar berbagai sasaran masyarakat. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menilai pemda telah menunjukkan dukungan nyata dalam upaya pelestarian bahasa daerah di 38 provinsi.

“Dengan dukungan anggaran, program ini tentunya dapat berjalan lebih maksimal,” tandasnya.

Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB Dwi Pratiwi mengatakan terkait pelatihan guru master Revitalisasi Bahasa Daerah, sejak tahun 2022 - 2025, total 1.004 guru master telah dilatih.

“Data tersebut bukan hanya sekadar statistik jumlah guru yang telah disasar, melainkan bukti nyata upaya pelestarian bahasa daerah di Provinsi NTB,” terangnya.

Baca Juga: Balai Bahasa NTB Usulkan Ratusan Kosakata Sasambo Masuk KBBI

Lingkungan pendidikan, dari tingkat SD dan SMP, menjadi sasaran utama program Revitalisasi Bahasa Daerah. Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan program Rapat Koordinasi Antarinstansi dan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2025, keberlanjutan pelestarian bahasa daerah merupakan tanggung jawab pemda.

Pada pelaksanaannya, Balai Bahasa Provinsi NTB terus berupaya mengawal pelestarian bahasa daerah melalui Revitalisasi Bahasa Daerah. “Kami tetap berupaya mendukung pemerintah daerah dalam upaya pelestarian bahasa daerah di Provinsi NTB,” jelasnya.

Ia berharap para guru master yang mengikuti kegiatan ini bisa mengimbaskan hasil kegiatan kepada rekan guru, siswa, dan masyarakat secara lebih luas.

Hasil evaluasi Balai Bahasa Provinsi NTB terhadap pelaksanaan Program Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2024, yaitu dukungan regulasi/kebijakan pemda, ketersediaan bahan ajar, ketersediaan guru muatan lokal/bahasa daerah, belum adanya pelajaran muatan lokal, kurangnya waktu pelaksanaan kegiatan, dan dukungan anggaran yang memadai.

Dari segi pemda, dukungan dan pelaksanaannya cukup beragam, dengan kategori pemda yang mendukung program secara penuh dan pemda yang belum menunjukkan dukungan secara penuh.

“Tentunya hal ini menjadi tugas besar kami untuk terus berupaya melakukan koordinasi dan diplomasi kemitraan dengan pemerintah daerah,” pungkasnya.

Langkah penguatan dukungan hadir dari Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Dikbud NTB Lalu Abdurrahim.

“Kehadiran saya merupakan bentuk dukungan Pemprov NTB kepada Balai Bahasa Provinsi NTB,” tegasnya.

Iamenyerukan pentingnya penghargaan dan aktualisasi nilai-nilai pelestarian bahasa daerah di dalam keluarga dan masyarakat. Menurutnya, pelestarian bahasa daerah tidak hanya menyasar lingkungan sekolah sebagai tunas revitalisasi bahasa daerah.

Namun, lingkungan keluarga juga berperan penting dalam melestarikan bahasa daerah yang positif sehingga lahir tunas-tunas bahasa Ibu. Dirinya juga menyoroti kegiatan masif dalam pelestarian bahasa daerah yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB.

“Pembangunan daerah tidak harus selalu tentang pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia secara utuh melalui pembinaan karakter masyarakat,” jelasnya.

Salah satu pembinaan tersebut adalah melalui penguatan karakter pelestarian bahasa daerah. Hal tersebut berdampak pada nilai-nilai integritas berbahasa dan berbudaya masyarakat Sasak, Samawa, dan Mbojo.

Pelatihan guru master Revitalisasi Bahasa Daerah 2025 berlangsung 17–19 Juni. Bimbingan teknis dibagi dalam enam kelas, yaitu kelas SD Sasak, SMP Sasak, SD Samawa, SMP Samawa, SD Mbojo, dan SMP Mbojo. Ada 18 narasumber, guru master dari perwakilan bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo, menjadi pendamping utama dalam memberikan tujuh materi Revitalisasi Bahasa Daerah.

Editor : Marthadi
#balai bahasa #bahasa daerah #pelatihan #Revitalisasi Bahasa Daerah