LombokPost - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB membahas reviu lanjutan desain Optimalisasi Lahan (Oplah) untuk Kabupaten Lombok Barat.
Program Oplah bertujuan meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian agar lebih produktif.
Ini dilakukan melalui perbaikan irigasi, tanggul, dan pintu air, pemakaian pupuk, serta penerapan teknik pertanian modern.
Tujuannya untuk mendongkrak hasil panen dan mendukung ketahanan pangan.
“Pembahasan secara hybrid melibatkan pihak Kementerian Pertanian, Pemkab Lombok Barat, akademisi, dan pihak terkait, memastikan koordinasi yang efektif serta pembahasan teknis yang komprehensif,” terang Kepala Distanbun NTB Muhammad Taufiek Hidayat.
Karena itu, pembahasan difokuskan pada peninjauan ulang rencana anggaran biaya (RAB) konstruksi dari tiga usulan titik Oplah.
Termasuk perincian jalur distribusi air dan identifikasi titik-titik sadapan yang direncanakan mengalirkan air ke lahan petani.
Taufiek mengatakan, diskusi berlangsung intens dengan pembahasan mendalam agar desain irigasi yang dirancang tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga tepat sasaran dari sisi manfaat dan biaya.
“Prinsip kami adalah bagaimana desain yang disusun nantinya benar-benar memberikan manfaat optimal bagi petani, meningkatkan produktivitas, serta berdampak langsung pada peningkatan pendapatan mereka secara berkelanjutan,” tegasnya.
Namun, belum ada kesepakatan final terkait kelayakan lokasi usulan karena perlu dilakukan peninjauan lapangan terlebih dahulu guna memastikan kondisi teknis di lokasi secara faktual.
“Tinjauan lapangan sekarang sedang berlangsung,” jelasnya.
Distanbun NTB berharap hasil peninjauan bisa segera memberikan kepastian lokasi yang layak, sehingga pelaksanaan program Oplah di Lombok Barat dapat segera direalisasikan.
“Program ini diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Lobar,” tandasnya. (yun/r7)
Editor : Siti Aeny Maryam