LombokPost - Warga Mataram dan Lombok Barat mulai membersihkan lingkungan tempat tinggalnya, pasca banjir melanda, Minggu (6/7).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB HL Hamzi Fikri mengatakan ada warga Kota Mataram harus dirujuk ke rumah sakit. “Ada warga yang pada saat banjir itu sudah sakit, itu yang langsung dibawa ke rumah sakit rujukan, kalau yang ringan-ringan ditangani di puskesmas,” kata dia.
Saat ini, pemprov tengah mengantisipasi penyakit pasca banjir. Hal ini penting mengingat banjir seringkali diikuti dengan peningkatan risiko berbagai penyakit menular berbasis lingkungan. Disebabkan bakteri, virus, parasit, hingga bahan kimia berbahaya. “Banyak risiko penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, ISPA, dan malah yang kami antisipasi adalah demam berdarah juga ini,” tegasnya.
Berikutnya, penyakit kulit seperti kurap, hingga kutu air yang disebabkan genangan air kotor, lumpur, kelembaban tinggi. Kurangnya akses terhadap air bersih serta sabun menjadi paket komplit pemicu berbagai masalah kulit pasca banjir. “Penyakit kulit juga termasuk gatal-gatal karena berisiko juga ya masyarakat masih terpapar air yang tidak bersih,” jelas mantan Dirut RSUD NTB tersebut.
Dikes NTB mengerahkan tim surveilans untuk melakukan pendataan di daerah terdampak banjir. Menurutnya, ini adalah langkah krusial dalam upaya pencegahan dan penanganan dini potensi masalah kesehatan.
Sejumlah hal penting akan didata oleh Dikes NTB, dalam upaya pemetaan risiko penyakit. Artinya, tim akan mengidentifikasi lokasi dengan risiko tinggi penyebaran penyakit menular.
Seperti di area dengan genangan air yang lama, sanitasi buruk, atau kepadatan pengungsian. Berikutnya, pendataan populasi rentan, mencatat jumlah dan lokasi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, atau individu dengan kondisi medis kronis yang mungkin memerlukan bantuan khusus. “Setelah itu, kami melakukan asesmen terhadap sejumlah risiko penularan penyakit, nanti kita tunggu hasil asesmennya. Teman-teman sudah berada di lapangan saat ini, mengantisipasi kejadian-kejadian pasca banjir,” pungkasnya.
Kepala Dikes Kota Mataram Emirald Isfihan mengatakan penanganan korban banjir dengan mengerahkan SDM dari 11 puskesmas di wilayah Kota Mataram untuk turun langsung ke lapangan. “Bantuan dari teman-teman IDI (Ikatan Dokter Indonesia, Red) yang juga turun ke lapangan,” tegasnya.
Banyak warga yang terdampak banjir telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Memang ada warga yang harus dirujuk ke sejumlah RS, seperti RSUD NTB, RSI Siti Hajar, RSUD Kota Mataram, RS Bhayangkara dan RS Risa. “Pemantauan juga sudah kami lakukan, dan ini kami akan lakukan rutin dalam beberapa hari ke depan, dengan melibatkan semua tim dari dinas kesehatan,” jelasnya.
Pihaknya juga menyadari, ada dampak selanjutnya dari bencana banjir. Untuk itu, dirinya mengimbau agar masyarakat terdampak terhindari dari penyakit.
Hindari tumpukkan sampah, sebab itu menjadi sumber kencing tikus yang bisa menularkan penyakit leptospirosis pada manusia. Kulit bisa terinfeksi penyakit apabila ada luka, goresan, atau lecet. “Kalau terkena air banjir, segera cuci pakai sabun dibilas, jangan dibiarkan tergenang terlalu lama apalagi sampai ada luka, itu hati-hati ya,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam