Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kemensos Gelar Uji Coba, 255 Murid Mulai Masuk Asrama Sekolah Rakyat

Redaksi Lombok Post • Kamis, 10 Juli 2025 | 06:00 WIB

Inilah SMPN 18 Mataram yang akan dijadikan Sekolah Rakyat oleh Pemerintah Kota Mataram.
Inilah SMPN 18 Mataram yang akan dijadikan Sekolah Rakyat oleh Pemerintah Kota Mataram.
LombokPost -- Program Sekolah Rakyat Kemensos mulai memasuki tahap uji coba. Sebanyak 255 murid Sekolah Rakyat mulai masuk asrama di dua lokasi, yakni Sentra Handayani Jakarta dan Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi.

Simulasi Sekolah Rakyat berlangsung dua hari, Rabu (9/7) dan Kamis (10/7), sebagai bagian dari persiapan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025/2026.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut, simulasi ini penting untuk memastikan kesiapan program Sekolah Rakyat yang dirancang sebagai sekolah berasrama 24 jam.

“Jadi hari ini kita melakukan simulasi untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan selama 24 jam penuh. Sudah ada rundown yang disiapkan untuk mereka ikuti,” kata Gus Ipul saat meninjau di Sentra Handayani, Cipayung, Jakarta Timur.

Baca Juga: 1.496 Guru Sekolah Rakyat Disiapkan, Mensos Gus Ipul: Putus Kemiskinan Lewat Pendidikan

Sebanyak 75 siswa Sekolah Rakyat di Sentra Handayani terbagi dalam tiga rombel untuk jenjang SMP.

Sementara di STPL Bekasi, ada 180 siswa Sekolah Rakyat yang akan menempuh jenjang SMA.

Setiap kamar asrama diisi empat siswa, lengkap dengan kipas angin, meja belajar, lemari, dan tempat tidur bertingkat.

Gedung asrama putra dan putri dipisahkan, dengan fasilitas lapangan basket dan ruang kelas di antaranya.

Sebelum masuk asrama, para murid wajib menjalani tes kesehatan Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Kota Mataram Terancam Batal Miliki Sekolah Rakyat, Hal Ini Jadi Penyebab Utama

“Mereka menjalani tes kesehatan sebelum masuk ke asrama,” tegas Gus Ipul. Hasilnya, tidak ditemukan kasus kesehatan berat. Salah satu siswa, inisial TI, sempat terdeteksi pernah mengidap TBC dan akan dipantau lebih lanjut.

Dalam simulasi Sekolah Rakyat Kemensos, para siswa juga dikenalkan dengan tata tertib, talent mapping, dan pembelajaran berbasis teknologi.

Setiap murid mendapatkan tas sekolah berisi seragam, sepatu, perlengkapan ibadah, alat tulis, hingga perlengkapan kebersihan.

Proses belajar berlangsung di kelas dengan modul LMS digital dan laptop untuk tiap siswa.

Momen haru pun terjadi saat seorang nenek, Rosmani, harus melepas cucunya, Gilang Ramadhani (13), untuk masuk asrama.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Diluncurkan 14 Juli 2025, tanpa Tes Akademik, Fokus Kembangkan Talenta Siswa Miskin

“Ibunya meninggal tiga bulan lalu. Jadi sekarang sama saya,” ucap Rosmani dengan mata berkaca-kaca. Meski berat, Rosmani yakin Sekolah Rakyat adalah peluang terbaik bagi masa depan Gilang.

Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025/2026 dijadwalkan dimulai 14 Juli 2025 di 63 titik se-Indonesia, disusul 37 titik tambahan pada Agustus mendatang.

Sekolah Rakyat Kemensos diharapkan mampu menciptakan pendidikan yang setara, aman, dan mendukung anak-anak dalam mencapai cita-cita.

Editor : Redaksi Lombok Post
#saifullah yusuf #gus ipul #Sekolah Rakyat