Suasana penuh haru dan semangat menyelimuti lapangan SPN saat Kapolda NTB Irjen Pol. Hadi Gunawan memimpin langsung upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polri Tahun Anggaran 2025.
Dalam amanatnya, Kapolda NTB menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas terpilihnya para peserta didik, yang telah melewati proses seleksi ketat. Ia menegaskan bahwa menjadi polisi bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hidup.
Baca Juga: Awas! Kebiasaan Sepele Sehari-hari Ini Diam-diam Merusak Mata
“Selamat kepada saudara semua. Ini bukan sekadar pendidikan, ini adalah panggilan hidup. Menjadi polisi berarti siap menolong, siap berkorban, dan siap memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Irjen Hadi Gunawan.
Pendidikan pembentukan tahun ini dilaksanakan serentak di seluruh SPN se-Indonesia, dengan total 6.370 peserta didik. Terdiri dari 4.067 Bintara pria, 659 Bintara Polwan, dan 1.006 Tamtama.
Selama 5 hingga 7 bulan ke depan, para peserta akan digembleng secara fisik, intelektual, mental, dan spiritual.
Baca Juga: Tantangan Berat di Timur, Papua Jadi Kunci Eliminasi Malaria Nasional 2030
Di SPN Polda NTB, sebanyak 101 siswa dipersiapkan untuk menjadi Bhayangkara sejati yang tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga berintegritas dan berjiwa kepemimpinan.
Kapolda NTB juga menitipkan lima pesan moral sebagai bekal selama pendidikan:
1. Tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Persiapkan fisik dan mental dengan matang.
3. Patuhi seluruh peraturan dan tata tertib.
4. Jalin komunikasi baik dengan sesama dan para pengasuh.
5. Miliki sikap ikhlas dan semangat belajar tinggi.
Baca Juga: Resmi! Luis Diaz Gabung Bayern Munich Rp1,3 Triliun: Tinggalkan Liverpool Usai 3,5 Tahun
Ia juga menegaskan bahwa polisi masa kini harus adaptif terhadap kemajuan teknologi informasi. Karena itu, proses belajar tidak cukup hanya di kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan.
“Polisi adalah profesi belajar sepanjang hayat. Kalian harus siap menjadi pembelajar sejati, bukan hanya belajar untuk bekerja, tetapi belajar untuk terus berkembang,” ungkapnya.
Di akhir amanat, Kapolda berpesan agar seluruh proses pendidikan dilaksanakan tanpa kekerasan dan penyimpangan.
“Didik mereka dengan penuh keteladanan. Pendidikan ini harus membangun, bukan melukai,” tegasnya.
Upacara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah NTB, Wakapolda, para pejabat utama (PJU) Polda NTB, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Lombok Timur.
Para calon Bintara tampak antusias dan siap mengemban tugas besar sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Selamat belajar dan berlatih, calon Bhayangkara muda. Indonesia menantimu!” pungkas Kapolda NTB. (*)
Editor : Marthadi