Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

RSUD NTB Disiapkan Miliki Bungker Nuklir Senilai Rp 10 Miliar

Yuyun Kutari • Kamis, 31 Juli 2025 | 20:55 WIB
TERUS BERBENAH: Tampak depan RSUD NTB, rumah sakit tipe A, salah satu yang terbaik di NTB.
TERUS BERBENAH: Tampak depan RSUD NTB, rumah sakit tipe A, salah satu yang terbaik di NTB.

Lombok Post - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB saat bersiap untuk memperkuat layanan, khususnya bagi pasien kanker. Tahun ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan membangun fasilitas pendukung krusial berupa gedung bunker kedokteran nuklir.

Bunker ini dirancang khusus untuk menunjang layanan radioterapi dan kemoterapi. Dua metode vital dalam penanganan kanker. “Kami tambah fasilitas,” terang Direktur RSUD NTB Lalu Herman Mahaputra.

Anggaran yang digelontorkan untuk proyek penting ini mencapai Rp 10 miliar, sebagaimana dikutip dari situs resmi LPSE NTB. Dana tersebut bersumber dari kombinasi DAK Fisik Bidang Kesehatan dan KB Reguler Penguatan Sistem Kesehatan, serta APBD - DAK Provinsi NTB Tahun Anggaran 2025.

Ini menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di NTB. Pria yang akrab disapa dr Jack ini menegaskan urgensi penambahan fasilitas ini. Jumlah pasien kanker yang membutuhkan layanan radioterapi dan kemoterapi terus meningkat. “Kunjungan pasien untuk kemoterapi dan radioterapi terus meningkat setiap bulannya, apalagi sekarang banyak kasus kanker payudara dan kanker serviks,” kata dia.

Hal ini menjadikan pembangunan bunker sebagai prioritas utama karena satu-satunya rumah sakit tipe A di NTB. Untuk memastikan kelancaran dan kesesuaian pembangunan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB telah mengadakan rapat koordinasi intensif.

Rapat ini melibatkan konsultan manajemen konstruksi dari PT Prisma Karya Utama. Juga Tim Pengelola Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara (PTPBGN), serta pihak Inspektorat NTB.

Fokus utama pembahasan adalah penyelarasan Master Plan pembangunan serta koordinasi teknis menjelang pelaksanaan konstruksi. Dengan persiapan yang matang ini, diharapkan gedung bunker nuklir bisa segera beroperasi dan memberikan layanan optimal bagi pasien kanker di NTB.

Dalam rancangannya, bunker ini akan dibangun di bawah tanah, ini mengacu pada standar keamanan yang ketat. Saat ini, proyek berada dalam tahap evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga yang dijadwalkan selesai 1 Agustus.

Setelah tahap ini rampung, akan ada penetapan dan pengumuman pemenang tender. Serta penandatanganan kontrak akan dimulai pada pertengahan Agustus, disusul dengan pengerjaan konstruksi fisik. “Ini terus kita kawal,” terangnya.

Pekerjaan konstruksi pembangunan gedung bunker nuklir ini akan mencakup tiga aspek utama. Mencakup pekerjaan struktur, pekerjaan arsitektur, dan pekerjaan mekanikal elektrikal dan plambing (MEP). Kompleksitas pekerjaan ini menuntut perencanaan dan pelaksanaan yang matang.

Editor : Redaksi Lombok Post
#kemoterapi #RSUD NTB #kementerian kesehatan #kedokteran nuklir #radioterapi #kanker #Anggaran