Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Polda NTB dan Bulog Salurkan 70 Ton Beras Murah, Harga Hanya Rp 11.600 per Kg

Marthadi • Jumat, 15 Agustus 2025 | 06:39 WIB

Wakapolda NTB Brigjen Pol Hari Nugroho (tengah) bersama pihak Bulog NTB pada kegiatan Gerakan Pangan Murah di Mapolsek Mataram, Kamis (14/8).
Wakapolda NTB Brigjen Pol Hari Nugroho (tengah) bersama pihak Bulog NTB pada kegiatan Gerakan Pangan Murah di Mapolsek Mataram, Kamis (14/8).
LombokPost – Polda NTB bersama Perum Bulog Kanwil NTB terus bergerak menyalurkan beras murah untuk warga.

Hingga Kamis (14/8), tercatat sekitar 70 ton beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah terdistribusi ke masyarakat di berbagai titik NTB.

Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho memantau langsung jalannya Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Polsek Mataram. Ia juga mengikuti video conference bersama Mabes Polri untuk memastikan program ini berjalan serentak di 31 titik, mulai dari tingkat polda, polres, hingga polsek.

“Hari ini target kami 25 ton beras. Selain beras, ada juga minyak goreng dan gula dengan harga di bawah pasar. Semua ini hasil kerja sama dengan Bulog,” ujar Hari.

Untuk mencegah penimbunan, setiap kepala keluarga hanya boleh membeli maksimal 10 kilogram atau dua kemasan 5 kg.

Penjualan dilakukan langsung ke masyarakat, bukan kepada pedagang.

Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanwil NTB Rizal P. Sukma Adijaya menegaskan harga beras SPHP di GPM jauh di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kita jual Rp 58 ribu per 5 kg atau Rp 11.600 per kilogram. HET sekarang Rp 12.500 per kilogram, jadi ini jelas lebih murah,” katanya.

Bulog NTB menargetkan penyaluran 23 ribu ton beras murah hingga akhir tahun untuk menjaga stok pangan aman dan harga stabil.

Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean. Dian Nita dari Banyumulek mengaku sangat terbantu.

“Saya beli empat kantong, lumayan sekali buat kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Pujiono dari Gomong juga merasakan manfaatnya.

“Sekarang beras mahal dan susah didapat. Adanya kegiatan ini sangat membantu,” ucapnya.

Dengan sinergi Polda NTB, Bulog, TNI, dan pemerintah daerah, GPM diharapkan mampu menjaga kestabilan harga hingga tahun berganti — memastikan dapur warga NTB tetap mengepul tanpa khawatir harga melonjak. (*)

Editor : Marthadi
#polda ntb #gerakan pangan murah #Bulog NTB #beras murah #SPHP