LombokPost – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB melalui Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Lombok melanjutkan perbaikan jalan provinsi ruas Praya-Keruak.
Badan jalan yang sudah digali dan ditimbun material lapis pondasi atas (LPA) kini mulai di-hotmix.
Pekerjaan dilakukan mulai dari wilayah Keruak, Lombok Timur (Lotim) menuju ke arah Praya, Lombok Tengah (Loteng).
"Kami dahulukan perbaikan di Lombok Timur karena kerusakannya di sana lebih parah. Sehingga harus cepat diperbaiki," kata Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Lombok Kusnadi, Senin (25/8).
Sejak awal Agustus hingga Senin lalu (25/8) total panjang pekerjaan kurang lebih 17 kilometer. Persisnya mulai dari Keruak ke Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur, Loteng.
Pengaspalan dilakukan di spot-spot yang sudah digali. Badan jalan yang rusak dan bergelombang digali sedalam 30 sentimeter.
Di atasnya ditimbun dengan material LPA hingga padat. Setelah itu, petugas memberikan lapisan aspal.
Aspal yang dihamparkan kemudian diratakan dengan alat berat berupa peneumatic roller dan tandem roller.
"Perbaikan ini bersifat sporadis. Hanya di titik-titik krusial yang terjadi kerusakan seperti penurunan badan jalan dan jalan berlubang atau bergelombang," jelasnya.
Itu pun belum semua ruas jalan Praya-Keruak bisa diperbaiki dengan alasan anggaran terbatas.
Sementara ini, perbaikan hanya dilakukan dari Keruak, Lotim, hingga ke Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur, Loteng.
Adapun lanjutannya dari Desa Mujur menuju Kota Praya, belum bisa dilakukan perbaikan serupa.
Padahal banyak spot jalan yang rusak di sepanjang jalur itu. Termasuk di sisi Taman Biao, Kota Praya yang rusak parah. "Kendala utama karena anggaran kita sangat terbatas," sambung Kusnadi.
Diungkapkan, penanganan pemeliharaan jalan provinsi ruas Praya-Keruak bersumber dari alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Total anggarannya Rp 1,95 miliar. Yang bisa dikerjakan dengan anggaran itu hanya dari STA 12+400 sampai dengan 24+110. Persisnya dari Keruak ke arah Sengkerang.
Selebihnya, yang belum bisa ditangani saat ini dari STA 0+000 sampai dengan 12+400. Yaitu dari Kota Praya menuju Desa Mujur.
"Untuk wilayah Lotim semua tertangani. Tapi wilayah Loteng baru sebagian karena anggaran terbatas," ungkapnya.
Panjang ruas jalan provinsi Praya-Keruak mencapai 24,11 kilometer (km). Ini terbagi menjadi dua wilayah kabupaten yaitu Lombok Tengah 16,40 km dan wilayah Lotim 7,71 km.
Ketua Komisi IV DPRD NTB Hamdan Kasim meminta perbaikan ruas jalan provinsi harus dimaksimalkan.
Dia mendesak agar ruas Praya-Keruak bisa dilakukan secara total.
Karena alasan anggaran yang terbatas, pihaknya mempertimbangkan untuk dialokasikan dalam APBD Perubahan 2025. Sehingga rekonstruksi jalan provinsi tersebut bisa tuntas.
"Semoga ini bisa dianggarkan dalam APBD Perubahan. Karena banyak spot yang rusak sepanjang jalur ini," papar Hamdan.
Editor : Siti Aeny Maryam