Acara yang dimulai pukul 09.00 Wita itu turut dihadiri Wakapolda NTB, Irwasda, para pejabat utama (PJU) Polda, Ketua FKUB NTB TGH Muhammad Subki Sasaki, serta perwakilan pemuka agama dari Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Konghucu.
Suasana khidmat dan penuh kebersamaan tercipta saat semua tokoh lintas agama melantunkan doa demi keselamatan bangsa.
Kapolda NTB Irjen Pol. Hadi Gunawan menegaskan doa lintas agama tersebut merupakan simbol persatuan masyarakat NTB yang senantiasa menjaga harmoni di tengah keberagaman.
“Keamanan dan kedamaian negeri ini adalah tanggung jawab bersama. Dengan doa dan kebersamaan, kita berharap NTB dan Indonesia senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Tak hanya tokoh agama, doa bersama ini juga melibatkan para driver ojol yang tergabung dalam Persatuan Driver Online (PDO) NTB.
Baca Juga: PLN UIP Nusra Gelar Workshop Skin to Soul, Perempuan Tangguh Jadi Motor Transformasi Masa Depan
Mereka duduk bersama anak-anak yatim, menghadirkan suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh makna.
Menurut Kapolda, pelibatan driver ojol dan anak yatim bukan tanpa alasan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa keamanan negeri bukan hanya urusan aparat atau tokoh agama, tapi juga seluruh lapisan masyarakat. Dari ojol, anak-anak yatim, hingga tokoh lintas agama—semua punya peran,” tegasnya.
Ketua FKUB NTB TGH Muhammad Subki Sasaki pun mengapresiasi langkah kspolda yang merangkul semua pihak. Ia menyebut doa lintas agama mampu mempererat persaudaraan dan mencegah perpecahan di tengah masyarakat.
Acara ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan pengemudi ojol yang hadir, sebagai wujud kepedulian sekaligus simbol kebersamaan. (*)
Editor : Marthadi