Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tiga Negara Ini Keluarkan Travel Warning ke Indonesia, Pariwisata NTB Dihantui Kekhawatiran

Yuyun Kutari • Selasa, 2 September 2025 | 08:30 WIB
BEBAS POLUSI: Salah satu sudut Gili Trawangan yang  bebas kendaraan bermotor.
BEBAS POLUSI: Salah satu sudut Gili Trawangan yang bebas kendaraan bermotor.

LombokPost - Gelombang aksi unjuk rasa di sejumlah daerah memicu kekhawatiran sektor pariwisata yang menjadi andalan NTB.

“Siapa pun yang menyampaikan aspirasi akan tetap didukung karena itu dijamin oleh regulasi, hanya saja saya perlu mengingatkan dan menekankan, kita berupaya bersama menjaga kondusivitas,” terang Ketua Asosiasi General Manager Hotel dan Vila Indonesia (IHGMA) NTB Lalu Kusnawan, Minggu (31/8).

Sejumlah negara mulai mengambil langkah antisipatif dengan mengeluarkan travel warning atau peringatan perjalanan bagi warganya ke Indonesia. “Dari informasi yang saya terima, ada Britania Raya, Kanada, dan Amerika Serikat,” jelasnya.

Pasar utama pariwisata daerah ini, khususnya ke destinasi unggulan seperti Tiga Gili dan Kuta Mandalika sangat mengandalkan wisatawan mancanegara. “Warga tiga negara ini sering melancong ke NTB,” kata pria yang juga ketua Gili Hotels Association (GHA) tersebut.

Kondisi tidak stabil akan sangat memengaruhi berbagai sektor. Beberapa tamu mulai membatalkan pesanan, namun tingkat hunian hotel masih terjaga di atas rata-rata. “Kejadian ini tidak bisa diabaikan, apa pun itu adalah kerugian bagi pelaku usaha yang diterima,” tegas Kusnawan.

Pada awal tahun, dunia pariwisata sempat terdampak kebijakan efisiensi anggaran. Kebijakan yang menyebabkan berkurangnya perjalanan dinas, juga pergerakan wisatawan nusantara secara umum. “Kita baru saja mulai pulih. Jangan sampai masalah ini membuat industri pariwisata kembali terpuruk,” ujarnya.

Tantangan besar sektor pariwisata saat ini adalah penyebaran informasi di media sosial. Menurut Kusnawan, narasi negatif mengenai aksi unjuk rasa yang berkembang sangat sulit dibendung. “Maka dari itu, yang ingin kami lakukan sekarang adalah mengimbangi berita-berita negatif dengan narasi positif,” jelasnya.

IHGMA NTB kata Kusnawan, terus mendorong promosi destinasi dengan narasi positif. Apa pun bentuknya, selama bisa menunjukkan bahwa NTB adalah daerah yang aman, ramah, dan nyaman dikunjungi. “Ini penting untuk membangun kembali kepercayaan wisatawan mancanegara terhadap NTB,” tandasnya.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan berbagai kalanngan, termasuk unsur masyarakat bahu-membahu memastikan terciptanya  situasi yang kondusif. “Karena kita butuh stabilitas ini untuk membangun, terus mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Gubernur terus mengingatkan, menghindari segala bentuk anarkisme. “Ini yang paling penting,” kata dia.

Editor : Siti Aeny Maryam
#aksi unjuk rasa #NTB #Tiga Gili #travel warning #Pariwisata #wisatawan mancanegara