Gubernur Iqbal menekankan bahwa situasi keamanan dan kedamaian di NTB saat ini sudah terjaga dengan baik. Ia mengapresiasi masyarakat NTB yang dinilai sudah matang dalam menyikapi berbagai dinamika, sehingga aktivitas masyarakat, termasuk acara nasional dan internasional, dapat berjalan efektif.
Dengan situasi NTB yang sudah stabil, maka seluruh agenda besar baik skala nasional maupun internasional yang telah diprogramkan sepanjang tahun 2025 dipastikan berjalan sesuai jadwal.
Penegasan itu disampaikan Gubernur Iqbal dalam siaran persnya yang diterima LombokPost, Minggu (5/9) guna menjawab berbagai pertanyaan publik mengenai kesiapan NTB menyambut kehadiran wisatawan serta tamu-tamu penting dari dalam dan luar negeri.
Gubernur Iqbal menyatakan bahwa NTB tetap aman, nyaman, dan layak menjadi tuan rumah bagi berbagai perhelatan berskala besar.
Sejumlah event olahraga dan pariwisata internasional yang sudah dijadwalkan, dipastikan Gubernur Iqbal tidak ada perubahan pelaksanaan.
Dua agenda paling dekat yang menyedot perhatian publik yakni Pocari Sweat Run 2025 yang berlangsung pada 13–14 September, serta MotoGP Mandalika 2025 yang digelar pada 3–5 Oktober.
MotoGP Mandalika, tambah Gubernur Iqbal, merupakan salah satu magnet utama pariwisata NTB karena menghadirkan pembalap kelas dunia dan menarik puluhan ribu penonton.
Sementara Pocari Sweat Run telah menjadi agenda tahunan yang selalu berhasil mendatangkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.
Dengan jadwal yang sudah terkunci, pemerintah daerah berkomitmen untuk mempersiapkan infrastruktur, layanan keamanan, dan dukungan masyarakat demi suksesnya kedua event tersebut.
Dalam siaran persnya, Gubernur Iqbal tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang selama ini ikut menjaga kondusivitas wilayah.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian, TNI, para tuan guru dan pemuka lintas agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, LSM, organisasi kepemudaan dan mahasiswa, struktur pemerintahan hingga kepala dusun/lingkungan, serta seluruh kelompok masyarakat yang telah memberikan kontribusi terbaik dalam menjaga keamanan dan ketenangan di NTB,” ucap Gubernur Iqbal.
Gubernur juga mengapresiasi sikap masyarakat NTB yang dinilai matang dan dewasa dalam menghadapi berbagai dinamika sosial dan politik yang sempat muncul belakangan ini.
Menurutnya, kedewasaan tersebut menjadi modal besar dalam menjaga iklim kondusif, sehingga agenda pembangunan daerah tetap bisa berjalan tanpa hambatan.
“Dengan kerjasama yang erat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, NTB diyakini mampu mempertahankan reputasinya sebagai daerah ramah wisata dan aman untuk disinggahi,” nilai Gubernur Iqbal.
NTB sendiri bukan pertama kalinya menjadi lokasi penyelenggaraan event berskala nasional maupun dunia. Sepanjang tahun 2025, daerah ini telah berhasil melaksanakan sejumlah kegiatan besar dengan lancar.
Beberapa di antaranya adalah Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) yang berlangsung di Lancing, Lombok Tengah; Indonesia World Field Archery (IWFA) di Lantis; Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII; serta Rinjani Color Run yang dihelat di kawasan Sembalun, Lombok Timur.
Keberhasilan menggelar event tersebut bukan hanya menunjukkan kesiapan infrastruktur dan keamanan, tetapi juga menegaskan bahwa Lombok dan Sumbawa memiliki potensi besar untuk terus dipilih sebagai tuan rumah berbagai agenda penting.
Pemerintah Provinsi NTB menegaskan bahwa wisatawan, baik domestik maupun internasional, tidak perlu khawatir untuk datang. Langkah-langkah pengamanan dan pelayanan terus diperkuat agar setiap tamu merasa nyaman selama berada di NTB.
Selain aparat, masyarakat juga diajak aktif dalam menjaga citra daerah dengan memberikan keramahan khas NTB.
Gubernur Iqbal menyatakan, keramahan warga adalah nilai tambah yang tidak dimiliki semua destinasi wisata.
Dengan kombinasi keamanan, keindahan alam, dan kesiapan masyarakat, NTB kian mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan di Indonesia.
Pemerintah daerah berharap momentum event besar 2025 bisa semakin mendongkrak kunjungan wisatawan serta memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Ke depan, NTB menargetkan lebih banyak ajang internasional bisa kembali digelar di Lombok maupun Sumbawa. Selain olahraga, sektor musik, budaya, dan pameran internasional juga diharapkan masuk dalam kalender pariwisata NTB.
Editor : Siti Aeny Maryam