Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dikes NTB Bakal Intervensi 20 Desa di Tahap Awal Pelaksanaan Program Desa Berdaya

Yuyun Kutari • Selasa, 9 September 2025 | 09:01 WIB
Kepala Dikes NTB HL Hamzi Fikri
Kepala Dikes NTB HL Hamzi Fikri

LombokPost-Dinas Kesehatan (Dikes) NTB akan memulai program intervensi Desa Berdaya. Hal itu sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat kategori miskin ekstrem.

Kepala Dikes NTB HL Hamzi Fikri mengatakan di tahap awal, 20 desa/kelurahan yang intervensi. "Masing-masing dua desa/kelurahan di setiap daerah," terangnya.

Program ini menyasar berbagai masalah kesehatan yang banyak ditemukan, terutama dari hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Mulai dari tuberkulosis (TBC), stunting, diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung dan stroke, hingga masalah kesehatan jiwa. "Berasal dari komplikasi akibat pola hidup masyarakat yang berubah," jelasnya.

Khusus mengenai TBC, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menekankan empat langkah penting untuk menghentikan penularan.

Menemukan pasien, memastikan segera minum obat, menyelesaikan pengobatan, dan memberikan terapi pencegahan bagi kontak erat.

Berkaitan dengan stunting, fokus program kini diarahkan pada intervensi dini terhadap anak-anak dengan faktor risiko.

“Kami tidak hanya menunggu kasus stunting muncul, tapi lebih pada mendeteksi tinggi badan yang tidak bertambah, berat badan stagnan, serta tanda gizi kurang. Intervensi awal ini jauh lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

Selain penanganan langsung penyakit-penyakit itu, Dikes NTB juga memperkuat kapasitas kader posyandu dan tenaga kesehatan desa.

Pelatihan dan peningkatan kompetensi diberikan agar mampu melakukan deteksi dini, penyuluhan, hingga pendampingan keluarga.

Mengenai isu kesehatan jiwa, sudah menjadi perhatian nasional karena berdampak luas pada kehidupan sosial masyarakat.

“Kesehatan jiwa tidak hanya menyangkut individu, tapi juga memengaruhi stabilitas sosial. Maka layanan konseling dan edukasi kesehatan mental akan diintegrasikan ke desa,” katanya.

Program intervensi Desa Berdaya ini diharapkan mampu menghadirkan model pembangunan kesehatan yang menyeluruh. Bukan hanya penanganan penyakit, tapi juga pencegahan, peningkatan kapasitas kader, serta penguatan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat.

Editor : Akbar Sirinawa
#cek kesehatan gratis #Dikes #Kemenkes #desa berdaya #hipertensi #NTB #TBC