LombokPost-Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) NTB Yusron Hadi mengungkapkan masih terdapat tantangan besar dalam pemerataan akses digital di wilayah Bumi Gora.
Melalui Rekapitulasi Data Blank Spot dan Lemah Sinyal di Provinsi NTB 2025, wilayah Dompu dan Kabupaten Bima masih memiliki area blank spot terbanyak di NTB. Sementara itu, Kabupaten Lombok Utara tercatat memiliki 40 titik dengan kategori lemah sinyal.
“Kalau dirinci secara keseluruhan lagi, sekitar 33 titik blank spot serta hampir 100 lokasi dengan sinyal lemah yang tersebar di berbagai wilayah NTB,” jelas Yusron, Senin (22/9).
Pemprov NTB telah menyampaikan berbagai catatan berkaitan dengan hal tersebut, dengan cara bersurat resmi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk meminta dukungan percepatan penanganan.
Menurutnya, peningkatan akses sinyal internet tidak hanya penting untuk kebutuhan komunikasi, tetapi juga menjadi bagian integral dari strategi pengembangan wilayah dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Berbagai wilayah dengan potensi ekonomi dan wisata seharusnya tidak lagi berada dalam kondisi blank spot. “Termasuk juga kawasan permukiman yang di dalamnya ada anak-anak kita yang sekolah, serta partisipan sosial lainnya, semua harus bisa terhubung dengan internet," lanjut Yusron.
Dalam pertemuan yang telah dilakukan, pihak Komdigi melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) menyatakan kesiapan mereka untuk membantu mempercepat penyediaan akses internet di NTB.
“Insya Allah Komdigi siap membantu. Kami terus berkomunikasi agar realisasinya bisa dipercepat. Ini menjadi prioritas,” pungkasnya.
Wagub NTB Hj Indah Dhamayanti Putri mengatakan pemprov akan mendorong percepatan konektivitas internet di NTB, dan menekankan bahwa akses digital yang tidak merata bisa menghambat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama pada sektor-sektor krusial seperti pendidikan, hukum, dan ketahanan pangan.
“Kondisi ini memerlukan perhatian serius dan aksi kolaboratif,” jelasnya.
Pentingnya pemerataan pembangunan digital di NTB, agar seluruh potensi daerah dapat dioptimalkan.
Menurutnya, konektivitas internet adalah pintu gerbang untuk itu. “Jadi untuk benar-benar mewujudkan masyarakat digital yang inklusif, kita memerlukan komitmen bersama yang kuat dan berkelanjutan,” tandasnya.
Editor : Akbar Sirinawa