LombokPost - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di NTB, terus memperluas jangkauan penerima manfaat, hingga ke daerah terpencil.
Ketua Satgas MBG NTB Ahsanul Khalik mengatakan pemprov saat ini tengah mengajukan tambahan lebih dari 100 pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) khusus untuk daerah-daerah terpencil.
"Daerah terpencil ini daerah yang memang sulit dijangkau oleh kendaraan karena kondisi geografisnya yang memang sulit," terangnya, Rabu (15/10).
Daerah terpencil yang dimaksud seperti Gili Trawangan, Meno dan Air (Tramena) di Lombok Utara, Jerowaru di Lombok Timur, Desa Buwun Mas di Sekotong, Lombok Barat dan beberapa lokasi di Pulau Sumbawa. "Ini semua sudah kami ajukan ke BGN (Badan Gizi Nasional, Red)," kata dia.
Pembangunan dapur MBG di wilayah terpencil menjadi prioritas, karena masih ada kelompok masyarakat penerima manfaat yang belum terlayani, bahkan hanya sekitar 41 orang per lokasi.
"Kan penerima manfaatnya nanti di tempat itu ada siswa, ada dari masyarakat ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Walaupun hanya jumlahnya 41 di lokasi terpencil itu," kata dia.
Kini Satgas MBG NTB menunggu persetujuan BGN, terkait berapa total titik dapur yang akan disetujui untuk dibangun di daerah terpencil di Bumi Gora.
Pembangunan dapur MBG di daerah terpencil nantinya akan melibatkan mitra, yayasan, perusahaan, maupun investor swasta. Mereka akan membangun fasilitas dapur, kemudian BGN akan menyewa fasilitas tersebut selama empat tahun.
Pengelolaan dapur dapat diserahkan kepada masyarakat setempat sesuai kemampuan dan kesiapan mereka. "Nanti bisa yang mengelola dapurnya itu bukan dari mitra yang membangun itu bisa juga dari masyarakat senempat, itu akan dilihat setelah pelaksanaan pembangunannya," jelas Khalik.
Pembangunan dapur MBG di daerah terpencil ini merupakan program tambahan di luar target utama 623 unit yang akan dibangun di NTB. Khalik mengungkapkan hingga 13 Oktober, tercatat sebanyak 349 unit SPPG telah beroperasi di seluruh NTB.
"Jumlah terbanyak berada di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat," kata pria yang juga staf Ahli Gubernur NTB Bidang Sosial dan Kemasyarakatan tersebut.
Selain yang sudah berjalan, saat ini 252 unit SPPG masih dalam proses persiapan pembangunan. Pemprov menargetkan hingga akhir 2025, sebanyak 623 SPPG di NTB bisa terbangun dan beroperasi sepenuhnya.
Adapun jumlah penerima manfaat program MBG di Bumi Gora telah mencapai 1,041 juta jiwa atau sekitar 61,7 persen dari total target 1,085 juta jiwa.
Editor : Jelo Sangaji