Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Meskipun Serba Online, Kemenag NTB Ingatkan Jamaah Umrah Mandiri Wajib Waspada! Peran Travel Tetap Vital

Nurul Hidayati • Selasa, 4 November 2025 | 15:19 WIB
Syarat umrah mandiri
Syarat umrah mandiri

LombokPost – Meskipun kebijakan umrah mandiri memberikan kemudahan akses bagi jamaah, Kepala Kanwil Kemenag NTB H. Zamroni Azis mengingatkan masyarakat agar tidak ceroboh.

Kemenag menilai bahwa bagi sebagian besar masyarakat yang belum terbiasa dengan sistem digital dan perjalanan luar negeri, peran biro perjalanan (travel) resmi masih sangat dibutuhkan.

Zamroni Azis meminta masyarakat NTB untuk tetap berhati-hati dan bijak dalam merencanakan perjalanan umrah mandiri.

 Baca Juga: Umrah Go Digital! Kemenag NTB Paparkan Kemudahan Layanan Online dari Arab Saudi

“Untuk masyarakat yang awam, tentu peran travel masih penting. Mereka bisa membantu mengurus dokumen, memberikan bimbingan, dan menciptakan suasana ibadah yang lebih terarah,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya memilih layanan yang resmi guna menghindari kendala di lapangan dan penipuan.

“Kami berharap masyarakat dapat lebih bijak dan waspada. Pilih layanan resmi agar terhindar dari penipuan dan kendala di lapangan,” kata Zamroni.

Keputusan pemerintah membuka opsi umrah mandiri disambut antusias, namun Kemenag NTB mengingatkan calon jamaah untuk tidak gegabah.

Umrah mandiri menuntut tingkat kesiapan dan tanggung jawab yang jauh lebih besar dibanding umrah melalui biro perjalanan (travel).

Perbedaan antara umrah mandiri dan umrah travel, bukan hanya soal biaya, tetapi lebih pada gaya perjalanan dan tingkat kesiapan diri jamaah.

Umrah mandiri menuntut kemandirian, pemahaman fikih, serta kemampuan mengatur perjalanan secara penuh.

Sebaliknya, umrah travel menawarkan kenyamanan, keamanan, dan bimbingan yang menyeluruh.

Beberapa tantangan utama yang wajib dipertimbangkan jemaah jika memilih jalur mandiri.

Jamaah harus siap menghadapi tantangan Bahasa Arab dan komunikasi di lapangan tanpa didampingi pemandu.

Koordinasi transportasi lokal, termasuk potensi salah rute dan keterlambatan, sepenuhnya menjadi tanggung jawab jamaah.

Keterbatasan pemahaman fikih bisa memicu potensi kesalahan dalam urutan ibadah yang dilakukan tanpa mutawif (pembimbing).

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Jamaah mandiri harus siap menghadapi kendala teknis seperti keterlambatan jadwal, salah rute, atau perbedaan zona waktu tanpa bantuan penanganan cepat dari travel.

Risiko-risiko tersebut lebih kecil terjadi pada umrah travel karena seluruh kegiatan, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan, diatur dan diawasi oleh pihak biro dan mutawif berpengalaman. Yang terpenting memiliki asuransi selama perjalanan.

Oleh karena itu, mengimbau masyarakat agar jujur menilai tingkat kemandirian diri sebelum memutuskan mengambil jalur umrah mandiri.

Editor : Pujo Nugroho
#mandiri #Travel #Kemenag #Umrah #jamaah