LombokPost – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, secara mengejutkan meluncurkan gagasan besar yang berpotensi mengubah peta pembangunan regional.
Berbicara dalam Dies Natalis ke-63 Universitas Mataram (Unram), Gubernur Iqbal mengusulkan pembentukan "Golden Triangle", sebuah kawasan strategis yang mengintegrasikan Bali, NTB, dan NTT.
Gagasan ini bukan sekadar wacana. Gubernur Iqbal menyatakan bahwa ia baru saja berdialog dengan Gubernur Bali dan NTT, dan berharap Unram dapat mengambil peran sentral sebagai "Center of Excellence" untuk mewujudkan paradigma baru ini.
Tiga Pilar Integrasi 'Golden Triangle'
Dalam paparannya di Gedung Rektorat Unram, Gubernur Iqbal menjelaskan bahwa "Golden Triangle" akan berfokus pada tiga pilar utama integrasi:
Integrasi Energi: Mendorong sistem energi terbarukan (EBT) dari NTT hingga Bali, dengan memanfaatkan radiasi matahari NTB-NTT yang paling kuat, sehingga Bali tidak perlu lagi memproduksi EBT.
Integrasi Konektivitas: Memperkuat transportasi laut, darat, dan udara untuk menghubungkan ketiga provinsi secara mulus.
Integrasi Pariwisata: Mengembangkan sektor pariwisata sebagai satu kesatuan destinasi regional.
Dorongan untuk RUU Provinsi Kepulauan dan Tantangan Kemiskinan
Selain integrasi regional, ketiga provinsi juga berkomitmen untuk bersama-sama mengusung konsep Rancangan Undang-Undang Provinsi Kepulauan.
"Paradigma pemerintahan kita masih negara daratan, belum menjadi negara kepulauan. Kita ingin konsep ini diakui dari sistem keuangan, pemerintahan, dan administrasi, karena kita sebagai pulau-pulau kecil hidup dari laut," tegas Gubernur Iqbal.
Tak hanya itu, Gubernur Iqbal juga menyoroti persoalan mendesak yang harus menjadi fokus akademisi Unram: kemiskinan. Ia mengakui bahwa NTB masih terdaftar sebagai salah satu dari 12 provinsi termiskin.
"Kemiskinan struktural yang terjadi harus sama-sama kita pikirkan dengan pendekatan multidimensi," katanya, menantang para ilmuwan Unram untuk menghasilkan riset dan inovasi yang dapat dinikmati langsung oleh masyarakat luas.
Apresiasi dan Harapan pada Unram
Menutup sambutannya, yang juga dihadiri oleh Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, dan Rektor Unram, Bambang Hari Kusumo, Gubernur Iqbal menyampaikan selamat atas Dies Natalis ke-63 Unram. Ia mengapresiasi kontribusi besar kampus dan menekankan pentingnya peran ilmuwan dalam pemerintahan.
"Saya tidak ingin menjadi pemerintah yang mengabaikan ilmuwan," pungkasnya, berharap Unram dapat melanjutkan peran krusialnya dalam membangun paradigma kepulauan dan mewujudkan "Golden Triangle" yang diyakini akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Bali, NTB, dan NTT.
Editor : Pujo Nugroho