LombokPost - Pemprov NTB bersama Pemkab Lombok Timur (Lotim) menggelar Panen Raya Bawang Putih yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani (KT) Pusuk Pujata, di Sembalun, Lotim pada 6 – 7 November.
Kegiatan ini turut dihadiri tim dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB Muhammad Riadi, hasil ubinan panen menunjukkan capaian menggembirakan, yaitu 21,27 ton per hektare.
“Ini melampaui target minimal yang ditetapkan pak Mentan Amran Sulaiman, yakni 20 ton per hektare,” jelasnya, Jumat (7/11).
Ia menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras petani bawang putih di Lotim yang berhasil, meningkatkan produktivitas di atas rata-rata Nasional. “Capaian ini menunjukkan bahwa petani NTB memiliki potensi besar dalam mendukung kemandirian benih bawang putih nasional,” ujarnya.
Panen raya ini merupakan bagian dari program pengembangan kawasan perbenihan bawang putih yang digulirkan Kementan, dengan total luas lahan 333 hektar di Lotim.
Dari total tersebut, 188 hektare lahan telah dipanen, dan 45 hektare di antaranya dipanen selama pekan ini. Selain menyoroti capaian produksi, Riadi juga menekankan pentingnya perhatian terhadap penanganan pascapanen, untuk menjaga mutu dan menambah nilai jual hasil pertanian.
Kegiatan panen raya ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kemandirian benih bawang putih nasional.
“Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain, dalam mengembangkan komoditas hortikultura unggulan yang berdaya saing,” tegasnya.
Di samping itu, pria yang juga kepala Biro Umum Setda NTB tersebut, mengusulkan agar pemerintah pusat memberikan dukungan berupa mesin pasca panen skala kecil bagi petani.
“Kami berharap petani di NTB dapat dibantu dengan fasilitas pascapanen,” tegasnya.
Sehingga hasil bawang putih tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga bisa diolah menjadi produk bernilai tambah seperti tepung atau pasta bawang putih.
Menurutnya, penguatan dukungan pascapanen akan membantu petani menekan biaya produksi, sekaligus memperluas peluang usaha di sektor hortikultura.
Editor : Marthadi