Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Intervensi Teknologi Jadi Solusi Atasi Darurat Sampah di NTB

Yuyun Kutari • Senin, 10 November 2025 | 09:25 WIB
MENCARI NAFKAH: Seorang pemulung terlihat sedang memungut sampah, sambil berusaha memilahyang masih bisa digunakan atau didaur ulang, di landfill 2 TPAR Kebon Kongok, beberapa waktu lalu.
MENCARI NAFKAH: Seorang pemulung terlihat sedang memungut sampah, sambil berusaha memilahyang masih bisa digunakan atau didaur ulang, di landfill 2 TPAR Kebon Kongok, beberapa waktu lalu.

LombokPost - Perlu langkah strategis untuk mengatasi persoalan darurat sampah di NTB yang semakin mendesak. Salah satu upaya yang kini dikembangkan, ada rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPAR Kebon Kongok, Lombok Barat.

Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB Niken Arumdati menegaskan, program ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah, dalam mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan.

“Situasi darurat sampah sekarang ini membutuhkan langkah konkret dan terintegrasi. Pembangunan fasilitas PSEL di Kebon Kongok menjadi salah satu solusi strategis untuk mengolah sampah menjadi energi,” jelasnya.

Saat ini, terdapat tiga calon investor yang telah menyampaikan minat serius untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut, yaitu Stellio asal Belanda, Ekton Energy asal Turki, dan PT Kaltimex dari dalam negeri.

Dua investor pertama, yakni Stellio dan Hekton, sama-sama telah menyelesaikan pra-Feasibility Study (pra-FS). Keduanya kini tengah memproses nota kesepahaman (MoU) dengan Pemprov NTB serta melengkapi administrasi di Danantara, untuk melanjutkan proses investasi proyek PSEL.

Sementara itu, PT Kaltimex menawarkan konsep berbeda. Perusahaan ini tidak mengonversi sampah menjadi listrik, melainkan mengolahnya menjadi minyak diesel sintetis. “Mereka berencana mengolah sampah menjadi minyak diesel sintetis,” kata Niken.

Karena hasil olahannya bukan listrik dan tidak dijual ke PLN, proses perizinan dan tata niaganya tidak melalui Danantara, melainkan dapat langsung bekerja sama dengan pihak industri.

Sebelum proyek ini diimplementasikan, Niken menjelaskan bahwa masih diperlukan Feasibility Study (FS) untuk menilai berbagai aspek teknis dan operasional.

Potensi dan volume sampah yang bisa diangkut. Skema dan mekanisme pengangkutan. Kesiapan infrastruktur dan komitmen lintas daerah. Hasil FS nantinya akan diajukan ke Kementerian Lingkungan Hidup (LH), serta Kementerian ESDM untuk proses verifikasi.

Selain itu, investor yang benar-benar serius juga wajib masuk dalam Daftar Penyedia Terseleksi (DPT), agar dapat ditunjuk secara resmi sebagai badan usaha pengelola sampah. “Investor yang sudah serius tadi juga harus masuk ke dalam yang namanya daftar penyedia terseleksi itu,” ujarnya.

Proses seleksi investor ini, kata Niken, akan dilakukan sepenuhnya di Danantara. Di sana, masing-masing calon investor akan melakukan presentasi rencana proyek di hadapan tim penilai dari kementerian terkait.

Evaluasi dilakukan berdasarkan tiga aspek utama. Administrasi dan struktur perusahaan, termasuk legalitas dan rekam jejak. Kemampuan teknis, mencakup pengalaman dan kualifikasi tenaga ahli.

Kemampuan keuangan, yang menilai kekuatan modal dan kesiapan pendanaan proyek. “Ketiga aspek tersebut menjadi dasar penentuan investor yang paling layak untuk melanjutkan kerja sama pembangunan fasilitas PSEL di NTB,” jelasnya.

Terkait besaran investasi, nilai proyek ini bergantung pada teknologi yang akan digunakan masing-masing investor. Namun, sebagai gambaran umum, nilai investasi untuk pembangunan PSEL di TPAR Kebon Kongok diperkirakan mencapai triliunan rupiah.

“Saya rasa ini nanti tergantung dari teknologi yang dipakai, namun memang untuk PSEL itu biaya pembangunannya cukup besar,” tandas Niken.

Editor : Jelo Sangaji
#Investor #sampah #Tempat Pembuangan Akhir (TPA) #energi #Lombok Barat #Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik #NTB #kebon kongok