Momentum itu disambut suka cita oleh seluruh masyarakat NTB.
"Dari beliau kita belajar tentang kepemimpinan dan keikhlasan dalam pejuang demi rakyat," kata Anggota DPRD NTB Akhdiansyah.
Legislator dari daerah pemilihan (Dapil) VI yang meliputi Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu itu mengaku sangat bersyukur.
Ini karena ada tokoh NTB lagi yang kembali dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional.
Yaitu setelah sebelumnya ada nama TGKH Muhammad Zainudin Abdul Madjid yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional dari NTB.
"Sebagai masyarakat NTB kita sangat bersyukur ada lagi tokoh NTB yang dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional," ujar Akhdiansyah.
Disampaikan, kiprah Sultan Bima XIV saat memimpin patut diteladani oleh setiap orang di NTB.
Khususnya mereka yang duduk di eksekutif dan legislatif. Nilai-nilai perjuangannya harus mampu ditranformasikan, terutama soal konsistensinya di bidang pendidikan dan menghormati keragaman.
"Terutama soal konsistensi beliau di bidang pendidikan dan menghormati keragaman. Juga keberpihakan beliau terhadap kelompok minoritas," ungkapnya.
Perjuangan Sultan Muhammad Salahudin juga aktif membela hak-hak kaum perempuan.
Saat penjajahan banyak perempuan di Bima yang dipaksa Jepang untuk menikah secara paksa dan dijadikan gundik oleh penjajah pada waktu itu.
"Dan beliau melawan saat itu. Sehingga pemberian gelar kehormatan sebagai Pahlawan Nasional kepada Sultan Bima Muhammad Salahudin sangat membanggakan warga NTB. Ini adalah cerminan pahlawan sejati," pungkas politisi PKB itu.
Diketahui, Sultan Muhammad Salahuddin memerintah Kesultanan Bima antara tahun 1915 hingga 1951.
Ia dikenal sebagai sosok pemimpin yang visioner, berwawasan kebangsaan, dan memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan serta perjuangan kemerdekaan.
Dalam masa kepemimpinannya, Sultan Salahuddin berperan besar mempertahankan kedaulatan rakyat Bima di tengah tekanan kolonial, sekaligus mendorong kemajuan sosial dan pendidikan di wilayah tersebut.
Editor : Siti Aeny Maryam