Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Titiek Soeharto Soroti Serius TPS di Dekat Gudang Bulog Mandalika: Ancam Higienitas Beras NTB

Yuyun Kutari • Rabu, 12 November 2025 | 22:22 WIB
Titiek Soeharto (kiri) saat memimpin  diskusi mengenai RUU Pangan menuju Swasembada Pangan Nasional, di Kantor Gubernur NTB, Rabu (12/11).
Titiek Soeharto (kiri) saat memimpin diskusi mengenai RUU Pangan menuju Swasembada Pangan Nasional, di Kantor Gubernur NTB, Rabu (12/11).

LombokPost - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memimpin langsung Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR dalam rangka meninjau kondisi kualitas serta ketersediaan stok beras di gudang Bulog Mandalika yang berlokasi di Cakranegara, Kota Mataram, NTB, pada Selasa (11/11).

Namun, Gudang Bulog Mandalika menjadi sorotan Titiek. meski gudang yang dibangun pada masa Presiden Soeharto ini masih kokoh, keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sandubaya yang beradai di sekitara gudang bulog, menimbulkan masalah serius.

“Gudang dulunya dibangun dengan baik di masa Pak Harto, kondisinya masih kokoh. Namun, di sebelahnya kini tiba-tiba ada tempat pembuangan sampah,” tegasnya, saat ditemui usai diskusi mengenai RUU Pangan menuju Swasembada Pangan Nasional, di Kantor Gubernur NTB, Rabu (12/11).

Politisi Gerindra tersebut mengaku bau menyengat dari TPS dinilai mengurangi higienitas gudang penyimpanan bahan pangan, yakni beras. Padahal itu akan dikonsumsi oleh masyarakat NTB.

“Saat kita masuk saja, bau dari tempat pembuangan sampah tersebut sudah sangat menyengat. Hal ini tentu kurang higienis untuk penyimpanan beras di sana, apalagi beras ini nantinya akan dikonsumsi oleh masyarakat NTB,” terang Titiek.

Ia menekankan pentingnya mencari solusi terbaik, termasuk kemungkinan merelokasi TPS ke lokasi yang lebih sesuai. “Jadi supaya diperhatikan, gimana caranya supaya mungkin tempat pembuangan sampah ini direlokasi di tempat yang lain,” tandasnya.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB Mara Kamin membenarkan bahwa keberadaan TPS yang berlokasi di sekitar gudang Bulog Mandalika, telah memberikan dampak negatif yang signifikan, terutama terhadap kualitas beras.

Ia mengungkapkan bahwa dampak paling terasa adalah pada kualitas beras yang disimpan. “Pengaruh nanti ke kualitas beras, ya. Yang tadinya itu mungkin perawatan itu sekali 4 bulan. Ini dengan adanya TPS di sebelah itu kan bisa bau. Satu, baunya. Yang kedua mungkin terhadap hama yang paling cepat ya,” terangnya.

Lebih lanjut, Mara juga menyinggung adanya peningkatan signifikan dalam biaya perawatan untuk menjaga kualitas stok beras. "Kalau perawatannya kita tetap lakukan. Yang tadinya mungkin sekali 4 bulan. Ini dengan adanya itu sekali 2 bulan. Jadi lebih cost-nya lebih tinggi lagi untuk perawatan khusus di situ. Apalagi sekarang kan penumpukan sampahnya di sana banyak sekali. Sudah lebih tinggi sampahnya daripada pagarnya,” bebernya.

Pihak Bulog sendiri mengaku telah berulang kali melakukan koordinasi dan bersurat kepada Pemkot Mataram untuk mencari solusi terbaik. "Jadi kami akan koordinasi dengan Pemkot Mataram untuk mencari solusi terbaik terhadap TPS-nya. Itu kan sudah lama juga? Ya, sudah lama. Dan kami sudah berulang juga bersurat ke Pemerintah Kota," ujarnya.

Baca Juga: Stok dan Harga Beras di NTB Terkendali

Surat koordinasi terakhir juga disebutkan telah dilayangkan pada awal tahun ini. Pihak Bulog berharap agar dalam waktu dekat Pemerintah Kota Mataram, khususnya Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, agar bisa segera dicarikan solusi terbaik untuk pengalihan tempat pembuangan sampah tersebut. “Mudah-mudahan ada solusi pengalihannya kemana gitu ya,” harapnya.

Editor : Marthadi
#Kota Mataram #gudang bulog #sampah #tempat pembuangan sementara #Gubernur NTB #Mandalika #Beras #NTB #tps