Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Alumni SIYLEP Kemenpora Tanam 500 Mangrove Lawan Pemanasan Global

Pujo Nugroho • Senin, 24 November 2025 | 16:51 WIB
Gusti Bagus Nauval Adifa Suharta menanam mangrove bersama puluhan relawan sebagai upaya melawan pemanasan global.
Gusti Bagus Nauval Adifa Suharta menanam mangrove bersama puluhan relawan sebagai upaya melawan pemanasan global.

 

 

LombokPost - Isu pemanasan global dan perubahan iklim kini menuntut aksi nyata dari seluruh elemen masyarakat. Bukan hanya tanggung jawab pemerintah, pemuda pun didorong untuk mengambil peran dalam upaya pelestarian lingkungan. Kesadaran inilah yang melahirkan gerakan inspiratif dari pemuda NTB bernama Gusti Bagus Nauval Adifa Suharta.

Nauval, delegasi perwakilan NTB yang dikirim oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam Singapore Indonesia Youth Leader Exchange Program (SIYLEP 2025), baru saja kembali dari Singapura dengan membawa semangat baru mengenai kehidupan yang berkelanjutan.

Semangat ini diwujudkan melalui kegiatan bakti lingkungan bertajuk Cemare Hijau 1000 Harapan untuk Pesisir. Program penanaman 500 bibit mangrove ini menjadi bukti nyata komitmennya terhadap pelestarian lingkungan di kawasan pesisir Lombok.

Kegiatan Cemare Hijau ini bukan aksi tunggal. Nauval berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan program pelestarian lingkungan ini berjalan sukses. Ia menggandeng Indonesia Biru Foundation sebagai penyedia bibit mangrove berkualitas, serta BRO Management dan Tunas Pustaka sebagai platform pemuda yang berperan krusial dalam merekrut 50 volunteer yang antusias.

Program bakti lingkungan yang fokus pada penanaman mangrove ini mendapatkan dukungan penuh dari Kemenpora. Dukungan ini menegaskan peran strategis pemuda, khususnya alumni SIYLEP 2025, dalam mengatasi tantangan pemanasan global di tingkat lokal. Pada tanggal 22 November 2025, sebanyak 500 bibit mangrove berhasil ditanam secara serentak di kawasan Pantai Cemare, Lombok Barat, menandai sebuah harapan baru bagi lingkungan pesisir.

Cemare Hijau tidak hanya sekadar menanam mangrove. Indonesia Biru Foundation turut memberikan edukasi mendalam kepada para volunteer mengenai pentingnya pohon mangrove bagi ekosistem pesisir. Para peserta diajarkan tata cara penanaman yang benar hingga fungsi krusial mangrove dalam mencegah abrasi dan menjadi habitat biota laut.

Selain penanaman 500 bibit mangrove, kegiatan ini juga diisi dengan aksi clean up atau bersih-bersih di sekitar area pantai. Langkah komprehensif ini bertujuan meningkatkan kesadaran para volunteer akan sampah plastik yang menjadi ancaman serius bagi lingkungan pesisir. Upaya ini adalah bagian dari solusi untuk jangka panjang dalam menghadapi ancaman perubahan iklim.

Volunter usai menanam bibit mangrove sebagai upaya cegah pemanasan global.
Volunter usai menanam bibit mangrove sebagai upaya cegah pemanasan global.

Gusti Nauval menegaskan bahwa kegiatan pelestarian lingkungan ini hanyalah awal. Lulusan SIYLEP 2025 Kemenpora ini berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan para mitra dan melibatkan para volunteer dalam aksi-aksi lingkungan berkelanjutan lainnya. Semangat ini menjadi contoh inspiratif bagi pemuda di seluruh Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam menjaga lingkungan hidup dari dampak pemanasan global.

Aksi menanam 500 bibit mangrove di Pantai Cemare membuktikan bahwa harapan untuk pesisir yang lebih hijau dan lestari adalah mungkin. Pemuda adalah agen perubahan yang siap memimpin upaya mitigasi perubahan iklim melalui langkah nyata di lapangan.

 

 

Editor : Pujo Nugroho
#Tanam Mangrove #SIYLEP 2025 #kemenpora #Gusti Bagus Nauval Adifa Suharta #pemanasan global