LombokPost - Dinas Pariwisata (Dispar) NTB menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Food and Beverage Product skema Chef de Partie dan Demi Chef.
Pelatihan tersebut dilaksanakan selama dua hari 25 - 26 November 2025 di Hotel Grand Madani.
Kegiatan ini menjadi salah satu bagian penting dalam mengembangkan pariwisata khususnya di bidang kuliner dan perhotelan.
Sekretaris Dispar NTB Mulki menerangkan, kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta yang merupakan perwakilan dari sumber daya manusia yang ada di bidang kuliner dan perhotelan pariwisata.
Selain itu, pemateri dan asesor kegiatan tersebut berasal dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan pelatihan food and beverage product, Mulki menyampaikan kegiatan tersebut sebagai upaya Pemprov NTB dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor kuliner dan perhotelan.
“Kami berharap pelatihan dan sertifikasi ini dapat meningkatkan kapasitas SDM sehingga mampu memenuhi standar industri yang terus berkembang,” kata Mulki di hadapan peserta, Selasa (25/11).
Ia melanjutkan, kompetensi yang kuat merupakan kunci daya saing tenaga kerja di tingkat nasional maupun internasional.
Di mana SDM pariwisata menjadi salah satu kunci utama dalam upaya meningkatkan pelayanan bagi wisatawan.
“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk terus memperluas kesempatan pelatihan dan sertifikasi guna mendukung profesionalisme tenaga kerja di sektor kuliner,” sambungnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya selesai dalam kegiatan dua hari saja, namun menjadi pemantik bagi pelaku usaha pariwisata lainnya untuk dapat meningkatkan kualitas SDM pariwisata yang dimiliki.
Tidak ada kata berhenti untuk terus meningkatkan kemampuan dan keahlian yang terus berkembang seiring perubahan zaman.
Sementara itu, Kabid Kelembagaan Dispar NTB Mawardi, menuturkan pentingnya sertifikasi sebagai pengakuan kompetensi bagi pekerja di bidang Food & Beverage.
“Harapan kita seluruh SDM di NTB harus kita sertifikasi karena ini adalah modal dan pengakuan bahwa kita memiliki skill dan kemampuan. F&B merupakan peranan penting bagi keberlanjutan wisata di NTB. Gunakan kesempatan ini untuk mengembangkan skill sehingga kita mampu meningkatkan jumlah wisatawan di NTB,” ujar Mawardi pada para peserta.
Dijelaskan, pelatihan selama dua hari ini nantinya akan ditutup dengan pelaksanaan uji kompetensi, yang mencakup penilaian praktik, observasi langsung, serta wawancara profesional oleh asesor LSP.
Peserta yang dinyatakan kompeten akan mendapatkan sertifikat kompetensi nasional sebagai bukti kelayakan profesional di bidang food & beverage product.
Melalui program peningkatan kapasitas dan sertifikasi seperti ini, Dispar NTB berharap dapat memperkuat kualitas layanan industri pariwisata, khususnya sektor kuliner yang menjadi salah satu daya tarik utama di daerah.
Editor : Kimda Farida