Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pembangunan dan Pelestarian Lingkungan Harus Sejalan, Gubernur NTB Bahas Penguatan Konsep Blue Economy

Lombok Post Online • Jumat, 28 November 2025 | 10:19 WIB

 

PARIWISATA: Mendiktisaintek Brian Yuliarto (tengah) didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (kiri) saat menghadiri Kongres AFEBI XIII di Aruna Senggigi Resort & Convention, Kamis (27/11).
PARIWISATA: Mendiktisaintek Brian Yuliarto (tengah) didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (kiri) saat menghadiri Kongres AFEBI XIII di Aruna Senggigi Resort & Convention, Kamis (27/11).
 

LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, program pembangunan yang dijalankan Pemprov NTB mengutamakan prinsip berkesinambungan dan berkelanjutan.

Artinya, semua program pembangunan yang dilakukan harus tetap sejalan dengan pelestarian lingkungan.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Iqbal saat membuka Kongres Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) XIII yang digelar di Aruna Senggigi Resort & Convention, Lombok Barat, Kamis (27/11).

“Kami ingin meningkatkan PAD, tetapi di waktu yang sama tidak ingin mewarisi kerusakan kepada anak cucu kita,” kata Gubernur Iqbal.

Gubernur Iqbal mencontohkan dalam pembangunan sektor pariwisata. Penguatan konsep pariwisata berkelanjutan sangat penting, mengingat kontribusi sektor pariwisata yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi NTB. 

“Meski PAD pariwisata dikelola kabupaten/kota, dampaknya signifikan bagi perkembangan ekonomi provinsi. Saya berharap kongres ini menghasilkan rekomendasi yang tajam sebagai pengungkit pembangunan pariwisata NTB,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Iqbal juga memaparkan visi NTB Makmur Mendunia. Yakni menekankan bahwa kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas utama sebelum mendorong daya saing global.

“Makmurnya dulu, sambil kita menduniakan. Karena kita tidak ingin ada satu pun yang tertinggal dalam proses kemajuan ini,” katanya.

Gubernur Iqbal juga mengajak peserta kongres membahas penguatan konsep blue economy, sebagai pendekatan pembangunan wilayah kepulauan.

“NTB bersama provinsi-provinsi kepulauan lainnya sedang menyusun usulan regulasi khusus yang lebih sesuai dengan karakteristik geografis dan potensi ekonomi maritim,” jelasnya.

Sementara itu, Kongres AFEBI XIII bertema Kampus Berdampak untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI Brian Yuliarto.

Kongres tersebut juga dihadiri ratusan akademisi dari 73 perguruan tinggi negeri dan sejumlah pimpinan lembaga dan pengusaha dari seluruh Indonesia. 

Kongres AFEBI XIII diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, industri, dan dunia usaha dalam membangun pariwisata NTB yang berkelanjutan, inklusif dan berdaya saing global tanpa mengorbankan keberlangsungan lingkungan.

Bank Indonesia dalam forum tersebut menyoroti pentingnya percepatan digitalisasi sistem pembayaran di kawasan pariwisata. Salah satu inovasi unggulan adalah QRIS Border. Yang kini diperluas penggunaannya hingga kawasan ASEAN, Asia, hingga Eropa.

QRIS dinilai sebagai fasilitas pembayaran modern karya anak bangsa yang dapat memperkuat pengalaman wisatawan dan mendukung ekosistem pariwisata nasional.

Kalangan pengusaha yang hadir dalam kesempatan tersebut juga menegaskan komitmen dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional dan pariwisata.

Misalnya industri baja selaku produksi dalam negeri telah digunakan dalam pembangunan bandara, pelabuhan dan berbagai infrastruktur strategis, yang menjadi pilar pengembangan destinasi wisata.

Dukungan juga datang dari sektor transportasi udara. Perwakilan Pelita Air juga menyatakan kesiapan perusahaan untuk memperkuat konektivitas dan mendukung strategi green economy maupun blue economy.

Pihak Pelita Air menyatakan, tanpa kolaborasi dapat dipastikan pembangunan akan kolaps. Untuk itu, Pelita Air siap mendukung pengembangan green eco dan blue economy. 

Pelita Air saat ini mengoperasikan 15 pesawat dan menargetkan penambahan menjadi 16 unit bulan depan seiring peningkatan rute dan kapasitas layanan.

Ketua AFEBI Rahman Kadir mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi fakultas ekonomi dan bisnis untuk memperkuat kontribusi dalam pembangunan nasional, khususnya sektor pariwisata.

Menurutnya, riset yang dilakukan perguruan tinggi banyak dimanfaatkan dalam penyusunan blueprint pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Terkait sektor pariwisata, AFEBI akan terus terlibat aktif mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. “Kita memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Seperti sumber daya alam dan budaya,” katanya. (lil/r3)

Editor : Jelo Sangaji
#Gubernur #Ekonomi #NTB #afebi #blue economy