Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gubernur Miq Iqbal Bertekad Jadikan NTB Laboratorium Koperasi di Indonesia, Pemprov NTB Tetapkan 50 Koperasi Percontohan

Lombok Post Online • Kamis, 11 Desember 2025 | 14:57 WIB
KOPERASI: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menghadiri Muswil Dekopinwil di Bank NTB Syariah, Selasa (9/12).  
KOPERASI: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menghadiri Muswil Dekopinwil di Bank NTB Syariah, Selasa (9/12).  

LombokPost - Gubernur NTB L Muhamad Iqbal kembali menegaskan komitmen untuk menjadikan koperasi sebagai kekuatan utama ekonomi kerakyatan. 

Pemprov NTB, kata Gubernur Miq Iqbal akan terus membesarkan koperasi.

Bahkan berikhtiar menjadikan Provinsi NTB sebagai laboratorium koperasi di Indonesia.

“Koperasi adalah jalan kita untuk menolong diri kita sendiri melalui usaha bersama,” kata Gubernur Miq Iqbal saat memberikan sambutan pada acara Muswil Dekopinwil di Bank NTB Syariah, Selasa (9/12). 

Untuk mewujudkan hal tersebut, Gubernur Miq Iqbal menginstruksikan Bank NTB Syariah untuk mempercepat transformasi koperasi, khususnya Koperasi Desa Merah Putih. 

“Birokrasi selama ini terlalu lambat merespons kebutuhan pengembangan koperasi. Bank NTB Syariah harus bergerak cepat,” katanya.

Gubernur Miq Iqbal menetapkan proyek pembangunan 50 koperasi percontohan dan menyiapkan Rp 50 juta per koperasi sebagai modal awal. Tujuannya agar koperasi dapat mulai menjalankan usaha, membangun portofolio bisnis, dan mengukur kapasitas kredit dalam satu tahun.

“Kalau tidak kita kawal, tidak mungkin koperasi besar lahir. Pemerintah tidak boleh hanya mencari aman, kita harus memberi contoh," tegasnya.

Menurut Gubernur Miq Iqbal, bangsa Indonesia bukan bangsa yang belajar dari buku semata, tetapi dari contoh yang nyata. Karena itu, lima koperasi percontohan ini akan menjadi model yang dapat direplikasi ke seluruh daerah.

Saat ini, sekitar 1.166 desa dan kelurahan di wilayah NTB yang berpotensi menjadi basis koperasi desa. Jika setiap koperasi mampu memiliki kapitalisasi minimal Rp 1 miliar, maka valuasi koperasi desa secara keseluruhan dapat mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

 “Ini akan menciptakan jaringan distribusi logistik paling merata di Indonesia. Setiap desa bisa menjadi simpul ekonomi," jelasnya.

Dengan jaringan koperasi desa, distribusi barang dapat menjadi lebih efisien daripada rantai distribusi perdagangan besar yang selama ini dikuasai swasta. 

Dalam skema itu, koperasi desa menjalankan distribusi lokal. Sementara koperasi pusat menangani distribusi antar kabupaten dan antar wilayah, membentuk ekosistem logistik rakyat yang lebih murah dan mandiri.

Gubernur Miq Iqbal menekankan pula tiga hal penting. Yaitu perlunya dibangun kompetensi pusat yang melibatkan akademisi, universitas, pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat kapasitas koperasi.

Selain itu harus ada eksperimen-eksperimen model bisnis koperasi. Tidak hanya mengandalkan sistem simpan-pinjam yang kini lebih banyak dipakai untuk berutang. 

Produksi dan partisipasi anggota harus menjadi ruh koperasi, agar tidak terjadi praktik di mana hanya sedikit orang yang menikmati manfaat koperasi.

Gubernur Miq Iqbal juga menekankan bahwa koperasi harus menjadi wadah yang inklusif, di mana setiap anggota memiliki peran. Mulai dari pengelola dapur umum dalam kegiatan desa, tim pemelihara jalan hingga pengelolaan usaha-usaha kecil masyarakat. Semua harus menjadi bagian dari ekosistem koperasi.

“Kita harus memiliki kehormatan bahwa pendapatan saya berasal dari kerja, bukan keberuntungan," ujarnya.

Gubernur Miq Iqbal mengajak semua pihak terkait untuk menghidupkan kembali koperasi sebagai roh ekonomi bangsa. Transformasi koperasi desa harus dipercepat sehingga Indonesia mampu melahirkan koperasi berskala dunia. Dan kembali menempatkan ekonomi rakyat sebagai tiang utama kemandirian bangsa.

“Koperasi bukan sekadar lembaga. Koperasi adalah jalan, koperasi adalah gerakan, koperasi adalah roh ekonomi kerakyatan," tutupnya.

Menurut Gubernur Miq Iqbal, sejak muda dirinya dibesarkan dalam pemikiran ekonomi yang menekankan kemandirian. Semangat koperasi adalah penolak ketergantungan dan penegasan bahwa pertolongan pertama dalam ekonomi harus lahir dari masyarakat sendiri.

“Banyak pemikir sosial dan ekonom menegaskan bahwa kemajuan bukan hanya ditentukan faktor eksternal, melainkan dari kekuatan kolektif masyarakat,” katanya.

Ajaran-ajaran moral dan religius juga menekankan pentingnya memudahkan kesulitan dan mendekatkan yang terasa jauh. “Ini adalah sebuah prinsip yang semakin relevan di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil dan tekanan inflasi yang tinggi,” katanya.

Gubernur Miq Iqbal menilai, koperasi adalah inti dari kebangkitan ekonomi kerakyatan. Bangkit bersama bukan sekadar slogan, tetapi prinsip kerja yang harus diterapkan. “Bangkit itu bukan menunggu dibangkitkan, tetapi bergerak bersama," tegasnya.

Gubernur Miq Iqbal menegaskan, meski koperasi Indonesia tumbuh sejak awal abad ke-20, kondisinya kini justru memprihatinkan. Banyak koperasi besar yang dahulu berjaya, kini hilang satu per satu. Sementara di negara-negara maju, koperasi justru tumbuh lebih kuat.

“Contoh beberapa koperasi raksasa dunia seperti Rabobank di Belanda serta jaringan Raiffeisen di Jerman, Austria, dan Swiss. Koperasi-koperasi tersebut menguasai sektor pangan hingga perbankan, bahkan mampu mengambil alih bank besar dunia,” katanya.

Sebaliknya, Indonesia dengan hampir 300 juta penduduk dan memiliki basis anggota koperasi terbesar di dunia, justru belum memiliki satu pun koperasi yang mampu menembus kelas global.

“Akar ekonomi bangsa ini adalah gotong royong dan solidaritas. Selama logika kapitalisme yang hanya menguntungkan yang kuat masih mendominasi, rakyat kecil akan selalu tertinggal," ungkapnya.(lil)

Editor : Siti Aeny Maryam
#koperasi #Gubernur #Ekonomi #NTB #Gotong Royong