LombokPost - Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bersama PT PLN (Persero) meresmikan penerapan Zero Down Time (ZDT) atau layanan tanpa padam di kawasan Kantor Gubernur NTB.
Program ini adalah sebuah terobosan baru yang menjadikan NTB sebagai provinsi pertama di Indonesia yang mengimplementasikan sistem ini di pusat pemerintahan. Dan diproyeksikan menjadi role model nasional bagi provinsi lain.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan apresiasi mendalam kepada PLN atas dukungan penuh dalam berbagai event strategis di NTB.
“PLN adalah pahlawan pada setiap kerja besar yang kami laksanakan di NTB. Hampir semua kegiatan besar bisa berjalan, karena dukungan luar biasa dari teman-teman PLN,” kata Gubernur Miq Iqbal saat peresmian ZDT di Kantor Gubernur NTB, Jumat (12/12).
Gubernur Miq Iqbal menegaskan, dengan meningkatnya frekuensi kegiatan besar di kantor gubernur, kebutuhan akan suplai listrik stabil semakin krusial.
“Ke depan, PLN di NTB kedip saja tidak boleh, apalagi mati. Karena kantor gubernur kini menjadi venue banyak event besar,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Miq Iqbal juga memaparkan visi besar kerja sama regional antara Bali, NTB dan NTT yang kini dikemas dalam Forum Kerja Sama Regional Bali, NTB dan NTB (KRBNN).
Forum tersebut memiliki dua klaster utama. Yaitu integrasi dan cooperation, mencakup sektor energi, pariwisata, dan rantai pasok.
Salah satu agenda strategis forum KRBNN adalah pembangunan super grid Bali, NTB dan NTT. Tujuannya untuk membentuk kawasan distribusi energi mandiri.
“Kami ingin ke depan Bali tidak lagi tergantung jaringan Jawa. Bali memakai energi hijau dan kami di NTB dan NTT yang memproduksinya,” katanya.
Provinsi NTB dan NTT memiliki cadangan energi terbarukan raksasa. Hanya dari 77 bendungan di NTB, potensi floating solar panel dapat menghasilkan ratusan megawatt listrik hijau. Belum termasuk PLTS darat, geothermal, hingga mikrohidro.
Gubernur Miq Iqbal menyebut telah berkomunikasi dengan pemerintah Singapura dan Inggris. “Singapura sudah menyatakan kesiapan melakukan feasibility study pada tahun 2026,” katanya.
Komisaris Independen PLN Prof. Ali Masykur Musa menegaskan, Zero Down Time bukan hanya pencapaian teknis, tetapi memiliki makna spiritual.
“Melalui Zero Down Time, kita melihat bagaimana menghadirkan cahaya yang tidak pernah pudar. PLN tidak boleh berkedip, sebagaimana matahari tidak berkedip hingga hari kiamat,” katanya.
Prof. Ali menegaskan listrik bagian dari kebutuhan dasar umat. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yaitu alam, air, dan energi harus dirasakan rakyat.
“Mengurus listrik bukan sekadar angka. Ini pekerjaan religius. Dunia dapat, akhirat dijemput melalui pengabdian kepada negeri,” katanya.
Prof. Ali juga mengapresiasi kerja keras para insan PLN, termasuk di Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat yang sedang memulihkan jaringan kelistrikan.
“PLN berikan pelayanan terbaik. Bangun daya saing dan hadir sebagai solusi. Mandat kita bukan hanya menyalakan lampu, tetapi menyalakan masa depan anak bangsa,” tandasnya.
Direktur Distribusi PLN Asyadany Ghana Akmalaputri menegaskan, Kantor Gubernur NTB kini menjadi salah satu kawasan dengan tingkat keandalan listrik tertinggi di Indonesia.
Kawasan kantor gubernur disuplai oleh dua gardu induk, empat penyulang, lapisan proteksi berlapis hingga sistem changeover switch berbasis GPS yang menghasilkan suplai listrik tanpa kedip.
“Ini bukan hanya bebas padam, tapi bahkan tanpa kedip. Ini komitmen publik bahwa pusat pemerintahan harus punya keandalan tertinggi”, tegasnya.
Asyadany Ghana Akmalaputri mengatakan kagum terhadap Integrasi Control Center UP2B, yang menggabungkan pusat kendali transmisi, distribusi dan surveillance CCTV dalam satu gedung.
“Provinsi NTB menjadi pilot project nasional sebelum replikasi ke provinsi lain,” katanya. (lil/r3)
Editor : Siti Aeny Maryam