LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inovasi digital yang telah dikembangkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.
Namun demikian, Gubernur Miq Iqbal juga mengungkapkan kegelisahannya terhadap kondisi inovasi digital yang masih berjalan secara parsial dan belum terintegrasi.
Semua harus menjaga semangat kolaborasi, bukan kompetisi.
“Yang kita butuhkan adalah arsitektur digital yang jelas dan saling terkoneksi antar OPD. Kita harus menjaga semangat kolaborasi, bukan kompetisi,” kata Gubernur Iqbal saat menghadiri high level meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi NTB di Mataram, Senin (22/12).
Kegiatan high level meeting TP2DD Provinsi NTB yang digelar Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi NTB tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat transformasi digital di daerah.
Kegiatan dihadiri Kepala Kantor Perwakilan BI NTB, Senior Executive Vice Presiden Bank NTB Syariah, Pj Sekda NTB, Kepala BPKAD, Inspektur Inspektorat, Kapela Dinkes, kepala BPSDM, Kadis Koperasi, dan Dinas Perhubungan.
Gubernur Miq Iqbal mengibaratkan kondisi tersebut seperti sebuah bangunan yang masing-masing OPD hanya membangun kamar-kamar tanpa perencanaan arsitektur yang utuh. Sehingga bangunan tersebut menjadi tidak nyaman, tidak aman, dan tidak sehat.
Karena itu, Gubernur Miq Iqbal berharap agar ke depan Provinsi NTB memiliki sistem digital yang ideal dan terintegrasi. “Mimpi saya kita punya sistem yang ideal. Ketika sistem saling terkoneksi, betapa mudahnya hidup ini mudah bagi pemerintah dan mudah bagi masyarakat,” katanya.
Digitalisasi yang baik, tambah Gubernur Miq Iqbal harus diawali dengan sistem yang ada, bekerja, dan bagus. Jika sistemnya buruk, maka digitalisasinya akan lebih buruk dan risikonya pun semakin besar. “Karena itu, saya mengajak kita semua untuk mulai memikirkan arsitektur digital di NTB,” jelasnya.
Gubernur Miq Iqbal juga menegaskan komitmen Pemprov NTB untuk membangun ekosistem inovasi yang sehat, adaptif dan berkelanjutan. “Kita ingin inovasi hidup di lapangan, menjadi sistem kerja, menjadi budaya. Setiap ide yang lahir dari daerah harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Plt Sekretaris Bappenda NTB Muhari Isnaini menegaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut komitmen Pemprov NTB untuk mengoordinasikan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di seluruh wilayah NTB. Selain itu, meningkatkan penggunaan transaksi digital, serta mempercepat perluasan digitalisasi daerah secara menyeluruh.
Melalui forum tersebut diharapkan terbangun komitmen dan sinergi yang semakin kuat antara Pemerintah Provinsi NTB dengan pemerintah kabupaten/kota dalam mendukung percepatan digitalisasi daerah.
Sementara itu, hingga saat ini Bappenda NTB telah melahirkan sejumlah inovasi. Di antaranya e-Samsat Delivery dan Samsat Autodebet ASN. Sementara inovasi Samsat Koperasi Desa Merah Putih sedang dipersiapkan.
Aplikasi e-Samsat Delivery ini merupakan sistem pembayaran pajak kendaraan bermotor berbasis aplikasi. Inovasi yang dilakukan Bappenda NTB ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan.
Skema pembayaran yang dilakukan secara nontunai menggunakan aplikasi QRIS Bank Indonesia. Hal ini karena masyarakat dijamin membayar pajak kendaraan sesuai dengan tagihan yang diberikan.
Aplikasi e-Samsat Delivery akan memudahkan masyarakat yang ingin membayar pajak kendaraan tidak perlu lagi datang ke lokasi Samsat. Petugas akan datang secara langsung ke lokasi pembayar pajak untuk mengantarkan STNK yang telah dibayarkan pajaknya.
Editor : Akbar Sirinawa