LombokPost - BPKAD NTB akan menindaklanjuti arahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, terkait pemberian tali asih bagi 518 honorer yang tidak bisa diajukan menjadi PPPK Paro Waktu.
“Pemberian tali asih ini, merupakan bentuk perhatian dan apresiasi Pemprov NTB, kepada 518 honorer yang telah lama mengabdi,” tegas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB Nursalim, Minggu (28/12).
Sebagai informasi, dalam pertemuan pada 17 Desember lalu, Gubernur Iqbal memutuskan tidak memperpanjang kontrak kerja 518 tenaga honorer di lingkup Pemprov NTB, masa kerja mereka resmi berakhir pada 31 Desember 2025.
Untuk pemberian tali asih, Pemprov NTB telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 1,7 miliar untuk seluruh penerima. “Anggarannya sudah kami siapkan, sekitar Rp 1,7 miliar. Itu total anggarannya,” kata dia.
Namun, besaran yang diterima masing-masing individu, tidak akan sama karena disesuaikan dengan masa kerja. Sehingga nominal yang diterima berkisar antara satu hingga tiga kali gaji.
“Pemberiannya nanti disesuaikan dengan masa kerja masing-masing, ada yang di atas tiga tahun dan ada juga yang di bawahnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memastikan penerima tali asih telah melalui proses klasifikasi berdasarkan masa kerja. Proses tersebut dilakukan bersama Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
“Sudah diklasifikasikan bersama Inspektorat dan BKD. Jadi pembagiannya nanti memang berbeda sesuai dengan masa kerja masing-masing,” tegasnya
Meski anggaran telah tersedia, Nursalim menyebut saat ini pihaknya masih memastikan aspek teknis penyaluran agar tidak menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari.
“Anggarannya sudah siap. Saat ini kami sedang memastikan penempatan rekening yang tepat agar tidak ada masalah secara administrasi,” terangnya.
Realisasinya direncanakan menggunakan APBD Tahun 2026. “Mudah-mudahan pada Januari 2026 sudah bisa kita eksekusi,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Iqbal menegaska pemprov tidak ingin melepas mereka begitu saja tanpa bekal. Di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang terbatas, Gubernur Iqbal berkomitmen untuk memberikan tali asih yang besarannya disesuaikan dengan masa kerja masing-masing honorer.
“Sehingga kami bisa mengurangi dampak. Mereka paling tidak bisa bertahan dulu untuk mulai berusaha, mulai bisnis, atau mulai untuk paling tidak untuk mempersiapkan diri,” tegasnya.
Editor : Kimda Farida