LombokPost - Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, memberikan peringatan keras mengenai korelasi antara kerusakan alam dan kemiskinan.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri aksi nyata Penanaman 500 Pohon Produktif dan Pelepasan Burung yang diinisiasi Yayasan Unggul Alam Lestari di kawasan Bendungan Meninting.
Kerusakan Hutan Picu Kemiskinan Ekstrem
Baca Juga: Infrastruktur Rusak karena Deforestasi, DPRD NTB Dorong DLHK Perbanyak Petugas Jaga Hutan
Gubernur menyoroti fenomena sosial di mana wilayah sekitar hutan seringkali justru menjadi kantong kemiskinan baru akibat kerusakan ekosistem.
Menurutnya, ketika hutan tidak lagi produktif karena dirusak, masyarakat lokal yang bergantung pada alam kehilangan tumpuan hidup.
“Di lingkar hutan selalu menjadi tempat tumbuhnya kemiskinan ekstrem. Mereka yang selama generasi ke generasi hidup dari hutan terpaksa harus belajar cara hidup lain yang sulit, karena hutannya sudah tidak bisa dijaga,” jelas Gubernur Iqbal.
Bukan Keuntungan Sesaat, Tapi Profit Masa Depan
Mantan Dubes RI untuk Turki ini menegaskan bahwa kebijakan lingkungan tidak boleh dihitung dengan logika keuntungan finansial jangka pendek.
Efek Domino Ekonomi: Jika hutan hancur, sektor ekonomi lainnya seperti pertanian dan pariwisata perlahan akan ikut runtuh.
Investasi Lestari: Menjaga hutan hari ini adalah cara memastikan terciptanya profit bagi ekosistem di sekitarnya di masa depan.
Waktunya Beraksi: Pilihan Untuk Anak Cucu
Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berhenti menunda aksi penyelamatan lingkungan. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan hari ini adalah penentu masa depan generasi mendatang.
“Kalau pilihannya adalah mewariskan kehidupan yang lebih baik buat anak cucu kita, maka tidak ada lagi waktu untuk menunggu. Hari ini harus kita mulai untuk menyelamatkan lingkungan,” pungkasnya.
Acara ini dihadiri pula oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Sekretaris Dinas LHK NTB, Komisaris Utama Bank NTB Syariah, dan perwakilan tokoh masyarakat setempat.
Editor : Kimda Farida