Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Teguhkan Kerukunan sebagai Energi Bangsa jadi Pesan HAB ke-80 Kemenag di Mataram

Yuyun Kutari • Minggu, 4 Januari 2026 | 09:33 WIB

Pelaksanaan upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, bertempat di lapangan Sangkareang, Kota Mataram pada Sabtu (3/1).
Pelaksanaan upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, bertempat di lapangan Sangkareang, Kota Mataram pada Sabtu (3/1).
LombokPost - Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Kota Mataram berlangsung khidmat dan sarat makna. Upacara digelar di Taman Sangkareang, Sabtu (3/1/2026), dan diikuti ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag) serta tokoh lintas agama.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag NTB Zamroni Aziz mengatakan peringatan HAB ke-80 bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi sekaligus peneguhan peran strategis Kementerian Agama di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

“Tema Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju menegaskan bahwa kerukunan bukan hanya tujuan, tetapi fondasi utama pembangunan bangsa. Di sinilah Kemenag hadir sebagai perekat kebangsaan dan penjaga moral publik,” ujar jelasnya.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, selaku Inspektur Upacara peringatan HAB ke-80 yang membacakan amanat tertulis Menteri Agama (Menag) RI. Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Kemenag terus bertransformasi, tidak lagi sebatas lembaga administratif, tetapi sebagai penggerak peradaban di tengah tantangan era digital dan kecerdasan buatan.

Zamroni menambahkan, kerukunan umat beragama tidak boleh dimaknai secara sempit sebagai ketiadaan konflik semata. Menurutnya, kerukunan harus diwujudkan dalam bentuk sinergi nyata yang produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial adalah keniscayaan. Tugas Kemenag adalah memastikan perbedaan itu dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk kemajuan bersama,” tegasnya.

Pada momentum HAB ke-80 ini, Kanwil Kemenag NTB juga menegaskan komitmennya mendukung gerakan nasional Kemenag Berdampak yang sepanjang tahun 2025 telah menghadirkan berbagai capaian strategis.

Zamroni memaparkan, capaian tersebut meliputi transformasi digital layanan keagamaan agar lebih transparan, cepat, dan mudah diakses; penguatan kemandirian ekonomi umat melalui optimalisasi dana sosial keagamaan; serta peningkatan mutu pendidikan madrasah dan perguruan tinggi keagamaan agar sejajar dengan standar nasional.

“Selain itu, kami juga terus memperkuat harmoni sosial di tingkat akar rumput melalui Program Desa Sadar Kerukunan. Program ini mendorong moderasi beragama agar benar-benar hidup dalam praktik keseharian masyarakat,” jelasnya.

Menatap masa depan, Zamroni menegaskan bahwa Kemenag tidak boleh tertinggal dalam menghadapi era kecerdasan buatan dan dunia VUCA. ASN Kemenag, menurutnya, dituntut tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga mampu menjaga dan menanamkan nilai.

“Kita tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi. ASN Kemenag harus mampu menghadirkan konten keagamaan yang otoritatif, moderat, dan mencerahkan, sehingga teknologi menjadi sarana penguatan nilai, bukan sebaliknya,” katanya.

Peringatan HAB ke-80 Kemenag di Mataram ditutup dengan penyerahan penghargaan dari Kanwil Kemenag Provinsi NTB kepada 11 tokoh dan institusi yang dinilai berjasa serta konsisten mengimplementasikan Asta Protas Kemenag.

Zamroni secara langsung menyerahkan penghargaan kepada Haji Hamdun, Kepala Kemenag Kota Mataram, atas dedikasinya mewujudkan Mataram sebagai Kota Wakaf 2025. Penghargaan juga diberikan kepada Haji Muchtar, Ketua BWI Kota Mataram, sebagai kolaborator utama program tersebut.

Selain itu, Desa Labuhan Badas di Kabupaten Sumbawa dan Desa Bentek di Kabupaten Lombok Utara ditetapkan sebagai Desa Sadar Kerukunan 2025. Apresiasi juga diberikan kepada Haji Muhammad Khairil Anwar, Kepala KUA Selong, atas komitmennya dalam mewujudkan tata kelola administrasi yang unggul, transparan, dan akuntabel.

Penghargaan lainnya diberikan kepada Joni Pranata, guru Pendidikan Agama Buddha, atas dedikasi dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan spiritual. Pendeta Kawi Ariyaguna diapresiasi sebagai pelopor rumah ibadah Kristen ramah anak, sementara Johnson Perurian Hottua menerima penghargaan atas inisiasi digitalisasi layanan Bimas Kristen.

Selain itu, Pendeta Tiurma Sihombing memperoleh penghargaan atas kepeloporan kebun percontohan penyuluh agama Kristen, Pendeta M. Sonang S. Aritonang atas inisiatif rumah ibadah Kristen ramah disabilitas, serta Ni Komang Purnawati atas dedikasi dan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan Pasraman.

“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi sekaligus pengingat bahwa kerja-kerja Kementerian Agama harus terus berdampak, menyentuh, dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh umat,” tutup Zamroni.

Peringatan HAB ke-80 Kemenag di Mataram menjadi peneguhan peran Kemenag sebagai perekat kerukunan, penggerak sinergi lintas umat, dan pelopor peradaban Indonesia yang damai, maju, serta berdaya saing di era digital. 

Editor : Redaksi Lombok Post
#perguruan tinggi #Kemenag #Wali Kota Mataram #NTB #Hari Amal Bhakti #Aparatur Sipil Negara (ASN) #pendidikan madrasah