Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman edukatif serta inspirasi bagi anak-anak yatim piatu melalui pengenalan fasilitas olahraga bertaraf internasional.
Sebanyak 71 anak asuh didampingi 15 pengasuh berkesempatan melihat langsung kemegahan sirkuit yang menjadi lokasi ajang balap dunia seperti MotoGP.
Bagi mayoritas peserta, ini merupakan pengalaman pertama mereka menginjakkan kaki di lintasan yang selama ini hanya dapat disaksikan melalui layar televisi.
Baca Juga: Nikmati Rujak Buah Segar Otentik di Pullman Lombok Mandalika
Pengalaman Menjajal Lintasan Balap Dunia
Rangkaian kunjungan dimulai dengan aktivitas berkeliling sirkuit menggunakan kendaraan Riders Parade MotoGP. Rombongan menyusuri lintasan mulai dari area pit lane hingga menuju Tikungan 10, salah satu titik paling ikonik di Sirkuit Mandalika.
Selain menikmati panorama alam sekitar, anak-anak diberikan edukasi mengenai standar fasilitas sirkuit internasional. Pengalaman ini diharapkan mampu memotivasi para anak asuh untuk memiliki cita-cita besar dan optimisme dalam menatap masa depan.
Puncak kegiatan ditutup dengan sesi doa bersama di Royal Box 13. Peserta memanjatkan doa bagi keberlanjutan manfaat sirkuit untuk masyarakat luas, serta harapan bagi kesuksesan pendidikan dan kesehatan anak-anak panti asuhan.
Baca Juga: MGPA Yearbook 2024 Bagian Ketiga, Dampak Ekonomi Event di Sirkuit Internasional Mandalika
Komitmen Inklusivitas Pengelola Sirkuit
Kunjungan ini disambut langsung oleh Vice President Motorsport Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Donny Mahardjono. Ia menegaskan bahwa sirkuit ini merupakan ruang publik yang inklusif dan harus memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat lokal.
“Pada kali ini kita menerima kunjungan adik-adik dari Yayasan Yatim Piatu, Siti Khadijah, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur untuk bisa menikmati dan mengetahui kondisi sirkuit kita tercinta ini. Kami senang sekali bisa menerima kedatangan adik-adik,” ujar Donny Mahardjono.
Ia menambahkan, pengenalan sirkuit sejak dini merupakan bagian dari upaya edukasi publik.
“Kita bisa mengajak mereka berkeliling trek, mengedukasi tentang apa itu sirkuit, dan semoga apa yang kami lakukan di sini serta keberadaan circuit di Mandalika ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua,” tuturnya.
Baca Juga: Penyimpangan Tata Ruang Ancam Mandalika, DPRD Lombok Tengah Desak Pemulihan Perbukitan Sekitar KEK
Membangun Harapan Melalui Olahraga
Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menyatakan bahwa fungsi Sirkuit Mandalika melampaui sekadar arena balap kelas dunia. Menurutnya, tempat ini juga berfungsi sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan harapan bagi generasi muda.
“Melalui kunjungan ini, Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya berfungsi sebagai arena balap kelas dunia, tetapi juga berfungsi sebagai tempat berbagi pengalaman, menanamkan nilai kebersamaan, dan membangun harapan,” ungkap Priandhi Satria.
Priandhi berharap kunjungan ini memberikan kesan mendalam yang mampu mendorong anak-anak untuk melangkah lebih dekat menuju impian mereka.
“Harapan kami, semoga kunjungan Yayasan Siti Khadijah dan anak-anak Panti Asuhan Ampera menjadi kenangan berharga, sebuah perjalanan yang bukan hanya membawa mereka mengelilingi lintasan sirkuit, tetapi juga mengajak mereka melangkah lebih dekat pada mimpi dan masa depan,” pungkasnya.
Editor : Redaksi Lombok Post