Peluncuran LBH Dinamika Keadilan dinilai sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan akses keadilan yang masih timpang.
Data menunjukkan, sepanjang 2024, LBH Jakarta menerima sekitar 6.887 pengaduan dari masyarakat pencari keadilan. Tren serupa juga terjadi secara nasional, termasuk meningkatnya jumlah perempuan dan anak sebagai penerima layanan bantuan hukum.
Pada 2024, lebih dari 5.400 perempuan dan 356 anak tercatat sebagai penerima bantuan hukum, menandakan tingginya kebutuhan kelompok rentan terhadap pendampingan hukum yang profesional dan mudah dijangkau.
Namun di sisi lain, lebih dari 60 persen masyarakat Indonesia belum mengetahui adanya layanan bantuan hukum gratis dari pemerintah.
Ketua LBH Dinamika Keadilan dr. Danang Nur Adiwibawa, menegaskan lembaga yang dipimpinnya hadir untuk mengisi kesenjangan tersebut, khususnya dalam persoalan hukum yang berkaitan dengan layanan kesehatan dan medis.
“LBH Dinamika Keadilan berkomitmen berdiri di garis depan mendampingi masyarakat miskin, korban kekerasan, pasien dengan keterbatasan fisik dan mental, serta kelompok rentan sosial dan ekonomi,” ujar Danang.
Menurutnya, LBH ini juga berperan sebagai jembatan komunikasi antara tenaga medis dan aparat penegak hukum agar proses hukum berjalan adil dan berbasis fakta ilmiah.
“Kami ingin memastikan proses hukum tidak merugikan pasien maupun tenaga kesehatan. Hukum harus menjadi penyeimbang dalam menciptakan keadilan sosial,” tambahnya.
LBH Dinamika Keadilan membuka berbagai layanan, mulai dari pendampingan hukum medis, rehabilitasi korban, pemulihan psikologis, advokasi kebijakan kesehatan dan sosial, hingga edukasi hukum preventif bagi masyarakat.
Acara grand launching turut dihadiri Ketua Biro Hukum, Pembinaan dan Pembelaan Anggota IDI Wilayah NTB (BHP2A IDI NTB) dr. Asri Dwina Prihatni atau dokter Rina. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran LBH Dinamika Keadilan sebagai mitra strategis dalam memperkuat perlindungan hukum, khususnya bagi tenaga kesehatan dan masyarakat.
“Kehadiran LBH ini merupakan langkah mulia dan strategis dalam memperluas akses bantuan hukum yang profesional, berintegritas, dan menjunjung nilai kemanusiaan,” kata Rina.
Baca Juga: KKN-PPM Unizar Angkat Mitigasi Bencana, Dorong Desa Wisata Aman dan Berkelanjutan
Sejumlah tokoh dan mitra strategis juga hadir, di antaranya Wakil Direktur Umum RSUD Tripat, perwakilan RS Bhayangkara, Ketua IDI Lombok Barat, Direktur RSUD Praya, Direktur RS Awet Muda, serta Direktur RSI.
Peluncuran ini menjadi langkah awal bagi LBH Dinamika Keadilan untuk terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTB.
“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk bersama-sama memperjuangkan keadilan dan membangun solidaritas demi Indonesia yang lebih baik,” tutup Danang.
Editor : Marthadi