Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sampah Pendakian Rinjani Naik Drastis, Zero Waste Jadi Prioritas

Yuyun Kutari • Kamis, 15 Januari 2026 | 09:45 WIB
DAYA TARIK: Danau Segara Anak yang terletak di kawah Gunung Rinjani, selalu menjadi spot favorit para pendaki.
DAYA TARIK: Danau Segara Anak yang terletak di kawah Gunung Rinjani, selalu menjadi spot favorit para pendaki.

LombokPost - Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Budhy Kurniawan menegaskan pentingnya pengelolaan wisata yang bertanggung jawab di tengah tingginya kunjungan ke kawasan ini.

“Rinjani adalah destinasi wisata sekaligus kawasan konservasi. Setiap pengunjung membawa tanggung jawab, termasuk menjaga kebersihan. Data sampah menunjukkan bahwa tantangan ini semakin nyata, dan kita harus bersama-sama menanganinya,” ujar Budhy.

Tahun 2025, Taman Nasional Gunung Rinjani mencatat total kunjungan wisatawan mencapai 132.322 orang, terdiri dari wisata pendakian dan non-pendakian, baik nusantara maupun mancanegara.

Wisata pendakian tetap menjadi magnet utama, sementara wisata non-pendakian menunjukkan peran penting sebagai alternatif bagi wisatawan domestik.  Namun, tingginya kunjungan juga berbanding lurus dengan peningkatan volume sampah di kawasan.

Data Balai TNGR menunjukkan bahwa jumlah sampah dari wisata pendakian meningkat dari 4.736,46 kg pada 2021 menjadi 9.826,84 kg pada 2022, kemudian sedikit naik menjadi 10.050,47 kg pada 2023.

Lonjakan besar terjadi pada 2024 dengan 40.809,54 kg, sebelum menurun menjadi 30.359,52 kg pada 2025.  Untuk wisata non-pendakian, volume sampah relatif lebih rendah, meski tren kenaikan terlihat.

Dari 689,15 kg pada 2021, meningkat menjadi 908,70 kg pada 2022, lalu 1.068,06 kg pada 2023, mencapai puncak 2.446,70 kg pada 2024, dan turun menjadi 1.197,82 kg pada 2025. 

Budhy menambahkan, penanganan sampah adalah kunci agar kawasan tetap lestari. “Kami terus mendorong pengelolaan sampah yang efektif, termasuk edukasi pengunjung dan kerja sama dengan pihak pengelola wisata. Dengan begitu, Rinjani tidak hanya indah dikunjungi, tetapi juga terjaga kelestariannya,” tuturnya. 

Data ini menunjukkan bahwa Rinjani menghadapi tantangan ganda, menjadi destinasi favorit wisatawan sekaligus menjaga ekosistemnya dari tekanan volume pengunjung dan sampah. Upaya pengelolaan yang berkelanjutan menjadi prioritas utama Balai TN Gunung Rinjani. “Karena itu, kami terus mengajak untuk menerapkan gerakan Go Rinjani Zero Waste,” jelasnya.

Program Go Rinjani Zero Waste adalah upaya bersama untuk mengurangi sampah plastik dan sampah lainnya yang sering ditinggalkan. Tujuannya, menjaga kebersihan, kelestarian alam, serta memastikan Gunung Rinjani tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang.

Sebelum melakukan pendakian, Pendaki WAJIB mewadahi ulang bahan makanan dan minuman yang akan dibawa untuk ditempatkan di wadah yang dapat digunakan kembali agar dapat meminimalisir sampah di Kawasan TNGR.

Editor : Jelo Sangaji
#Sampah Plastik #pendaki #Gunung Rinjani #sampah #zero waste #rinjani #pendakian #Volume Sampah #wisatawan domestik