Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dikes Siagakan Layanan Kesehatan Pascabanjir untuk Pencegahan KLB di NTB

Yuyun Kutari • Rabu, 28 Januari 2026 | 09:12 WIB
BENCANA ALAM: Rumah warga terendam banjir di salah satu desa, di Kabupaten Sumbawa, akibat hujan lebat yang menyebabkan sungai meluap, Jumat lalu (23/1).
BENCANA ALAM: Rumah warga terendam banjir di salah satu desa, di Kabupaten Sumbawa, akibat hujan lebat yang menyebabkan sungai meluap, Jumat lalu (23/1).

LombokPost - Dinas Kesehatan (Dikes) NTB bergerak cepat merespons kesehatan masyarakat pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bumi Gora.

Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, serta mencegah potensi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular. “Ini menjadi perhatian utama kami,” tegas Kepala Dikes HL Hamzi Fikri, Senin (26/1).

Dalam situasi bencana, kecepatan respons sangat menentukan. Kami memastikan layanan kesehatan, logistik, dan upaya pencegahan penyakit berjalan sejak hari pertama.

Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah banjir terjadi, Dinkes NTB berkomitmen mendistribusikan berbagai logistik kesehatan ke lokasi terdampak.

Bantuan tersebut meliputi hygiene kit, emergency kit untuk penanganan luka, bubuk abate untuk pengendalian vektor, serta kaporit dan Poly Aluminium Chloride (PAC), guna mendukung penjernihan air bersih bagi masyarakat.

Selain respons medis darurat, Dinkes NTB juga melakukan Rapid Health Assessment (RHA) serta mengaktifkan surveilans epidemiologi secara aktif untuk memantau perkembangan penyakit pascabencana.

Berdasarkan hasil pemantauan sementara, penyakit yang paling banyak ditemukan pada warga terdampak antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), myalgia, hipertensi, pusing, luka, dermatitis, batuk, demam, diare, kutu air, gastritis, serta iritasi mata.

“Penyakit-penyakit tersebut umumnya muncul akibat kelelahan, paparan air kotor, serta kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih,” jelas pria yang juga Plt kepala RSUD NTB tersebut.

Pihaknya juga memberikan perhatian khusus, terhadap potensi peningkatan kasus diare dan leptospirosis akibat paparan air yang terkontaminasi.

Selain itu, adanya genangan air pascabanjir dinilai berisiko meningkatkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), karena menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.

Sebagai langkah pencegahan, tim sanitarian Dikes NTB diterjunkan untuk melakukan penilaian, dan perbaikan kualitas air bersih melalui penjernihan dan desinfeksi sumber air.

Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga terus diberikan kepada masyarakat terdampak untuk meminimalkan risiko penularan penyakit.

“Upaya pencegahan menjadi fokus utama kami, terutama terkait air bersih, sanitasi lingkungan, dan pengendalian vektor penyakit,” tambahnya.

Dikes NTB juga membuka pos kesehatan darurat di wilayah terdampak, untuk memberikan pelayanan pengobatan, melakukan skrining kesehatan kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lanjut usia, serta menyediakan dukungan psikososial bagi warga yang mengalami dampak trauma akibat bencana.

“Kami akan terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, dan aktif menjaga kebersihan diri serta lingkungan,” jelasnya.  

Masyarakat diharapkan mengonsumsi air minum yang telah dimasak, rutin mencuci tangan dengan sabun, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan kesehatan.

“Kolaborasi antara pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, menjadi kunci utama dalam mencegah wabah pascabencana dan mempercepat pemulihan kesehatan masyarakat,” tandasnya.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin mengungkapkan pihaknya telah menerima bantuan logistik dari berbagai pihak swasta. Semuanya diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah di Provinsi NTB.

Penyerahan bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian dunia usaha, terhadap kondisi masyarakat yang tengah mengalami kesulitan akibat bencana, sekaligus sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi. 

Editor : Jelo Sangaji
#air bersih #BPBD NTB #diare #kejadian luar biasa #Air Kotor #perilaku hidup bersih dan sehat #klb #Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) #demam berdarah dengue (DBD) #Banjir #NTB #Bumi Gora #Nyamuk Aedes aegypti