Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

NTB Siap Pimpin Super Grid dan Konektivitas, Kerja Sama Bali–NTB–NTT Masuki Tahap Implementasi

Kimda Farida • Kamis, 29 Januari 2026 | 09:36 WIB
Dari kanan; Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat pertemuan di kawasan ITDC The Golo Mori, Manggarai Barat, NTT, Rabu (28/1).
Dari kanan; Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat pertemuan di kawasan ITDC The Golo Mori, Manggarai Barat, NTT, Rabu (28/1).

LombokPost--Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya untuk mendorong implementasi nyata Kerja Sama Regional Bali–Nusa Tenggara Barat–Nusa Tenggara Timur (KR BNN).

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan ketiga KR BNN yang digelar di kawasan ITDC The Golo Mori, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (28/1).

Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari kesepakatan awal Gubernur Bali, NTB, dan NTT yang digelar di Bali pada 3 November 2025.

Dilanjutkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Mandalika, Lombok, NTB, pada 25 November 2025.

Pada pertemuan ketiga di NTT ini, ketiga provinsi memasuki tahap konsolidasi dan penguatan implementasi kerja sama lintas sektor yang lebih konkret.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa kerja sama regional Bali–NTB–NTT telah bergerak dari sekadar niat dan komitmen politik menuju realisasi yang mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurut Gubernur Miq Iqbal, kolaborasi kawasan ini menjadi contoh regionalisme baru yang tumbuh dari daerah untuk menjawab tantangan nasional dan global.

“Kerja sama ini bukan lagi wacana. Kita sudah melihat dampak nyata, salah satunya dari penguatan konektivitas,” katanya.

Jumlah rute penerbangan dari dan menuju NTB meningkat dari 18 menjadi 27 rute.

Hal ini menunjukkan bahwa integrasi kawasan Bali–NTB–NTT sudah berjalan dan terus berkembang.

Dalam pertemuan tersebut, para kepala perangkat daerah dari Bali, NTB, dan NTT menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama teknis sebagai turunan dari MoU, yang mencakup lima bidang strategis.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama bupati, pimpinan dewan, dan kepala OPD saat penandatanganan MoU di kawasan ITDC
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama bupati, pimpinan dewan, dan kepala OPD saat penandatanganan MoU di kawasan ITDC

Kelima bidang strategis tersebut yakni; optimalisasi pariwisata dan ekonomi kreatif terintegrasi; pengembangan super grid energi terbarukan kawasan; penguatan perdagangan dan ekspor antarprovinsi; pengembangan sistem transportasi dan konektivitas laut, penyeberangan, dan udara; dan integrasi perencanaan pembangunan regional.

Gubernur Miq Iqbal menegaskan kesiapan NTB untuk mengambil peran strategis, termasuk memimpin studi kelayakan pengembangan super grid energi terbarukan kawasan Bali–NTB–NTT.

Potensi energi surya, angin, air, dan panas bumi di kawasan ini dinilai sangat besar untuk mendukung ketahanan energi nasional dan transisi menuju energi bersih.

Sebagai tuan rumah, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa NTT siap menjadi pusat koordinasi kerja sama melalui pembentukan Sekretariat Bersama KR BNN.

Gubernur Emanuel menekankan pentingnya kerja sama ini sebagai rumah bersama untuk kolaborasi nyata. Bukan sekadar kesepakatan administratif.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menekankan bahwa Bali, sebagai daerah yang lebih maju dari sisi pariwisata dan jasa, siap berperan sebagai hub pariwisata dan ekspor regional.

Menurut Gubernur Wayan Koster, Bali, NTB, dan NTT tidak boleh berkembang secara parsial. Melainkan harus dibangun sebagai satu kesatuan kawasan ekonomi dan pariwisata yang saling melengkapi.

Selain penandatanganan perjanjian kerja sama teknis, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan surat pernyataan kesiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 oleh Gubernur NTB dan Gubernur Bali.

Surat tersebut ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk komitmen bersama penyelenggaraan PON yang efisien, kolaboratif, dan berbasis kerja sama regional.

Kegiatan ini turut dihadiri para pejabat perangkat daerah dari ketiga provinsi, para bupati dan wali kota, serta ketua dan pimpinan DPRD masing-masing provinsi.

Hal ini menandai dukungan politik dan kelembagaan secara penuh terhadap keberlanjutan kerja sama regional Bali–NTB–NTT.

Melalui Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT, ketiga provinsi sepakat untuk mengakhiri pola pembangunan yang bersifat parsial dan bergerak bersama membangun kawasan Bali–Nusra sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur, berdaya saing nasional dan internasional, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. 

Editor : Kimda Farida
#KR BNN #Kerja sama regional Bali Nusa Tenggara #Pemprov NTB