LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal ingin event MotoGP diselenggarakan dengan kualitas yang lebih baik. Tidak hanya fokus pada kuantitas tetapi event ini menyisakan kesan mendalam sehingga penonton khususnya wisatawan tak akan pernah melupakannya. Bersama dengan InJourney, Gubernur NTB melakukan rapat koordinasi lebih awal untuk mematangkan persiapan.
”Termasuk tadi kami membahas tentang persiapan MotoGP. Kurang serius apa coba. MotoGP masih Oktober, masih bulan Oktober, delapan bulan sebelumnya kita sudah mulai membahas karena kita serius sekali ingin jadikan MotoGP ini benar-benar even yang berkelas, even internasional,” tegas Iqbal kepada wartawan.
Gubernur tidak ingin event MotoGP hanya sukses secara kuantitas tapi juga sukses secara kualitas. Melelui rakor ini, Pemprov NTB ingin mencerminkan keseriusan Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, InJourney, Polri, serta seluruh asosiasi dan pemangku kepentingan pariwisata dalam memajukan kawasan Mandalika sebagai destinasi unggulan.
Rakor tersebut dihadiri Bupati Lombok Tengah Lalu Fathul Bahri, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi NTB Lalu Moh. Faozal, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya, Direktur Utama InJourney Maya Watono, serta jajaran manajemen anak perusahaan InJourney yang beroperasi di kawasan Mandalika.
”Ini adalah pertemuan koordinasi seperti ini yang pertama yang kita lakukan. Ini menunjukkan komitmen kita untuk kolaborasi dengan lebih baik. Untuk kemajuan pariwisata di NTB ke depannya,” papar Iqbal.
Dalam rapat ini juga dibahas mengenai pemetaan berbagai isu strategis di kawasan Mandalika. Isu-isu yang dibahas meliputi konektivitas, ketersediaan hotel selama penyelenggaraan MotoGP. Termasuk ersoalan lahan, serta sejumlah isu teknis lainnya. Selanjutnya, berbagai isu tersebut akan dibahas lebih lanjut oleh tim teknis untuk diselesaikan secara bertahap.
Direktur Utama InJourney Maya Watono mengapresiasi inisiatif pemerintah daerah yang menggagas rakor kolaborasi tersebut dan berharap forum serupa dapat dilakukan secara rutin.
”Kami memiliki accountibility terhadap pengembangan destinasi,” jelasnya.
Mulai dari bandara, kemudian ada juga ITDC sebagai anak perusahaan Injourney, ditambah MGPA sebagai pengelola sirkuit dan juga berbagai lini bisnis dari sektor aviasi dan pariwisata memang ini harus bersinergi dengan Pemprov dan Pemkab. ”Kami bergotong royong untuk sama-sama mengembangkan destinasi. Banyak sekali isu yang memang harus selesaikan bersama-sama dan kami berkomitmen untuk menyelesaikan isu-isu ini bersama untuk memberikan yang terbaik untuk NTB”, tegas Maya.
Menurut Maya, penyelenggaraan event merupakan salah satu katalis penting dalam pembangunan destinasi wisata. Event internasional seperti MotoGP tidak hanya menarik wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga berpotensi mendatangkan investor. Karena itu, keberlanjutan penyelenggaraan event kelas dunia perlu terus dijaga sebagai daya tarik pariwisata Indonesia.
Sementara itu, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri membenarkan bahwa terdapat banyak isu strategis yang dibahas dalam rakor kolaborasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa setiap kelompok kerja (pokja) akan segera mengurai dan menindaklanjuti permasalahan sesuai bidang masing-masing agar dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.
”Kami juga berharap dukungan media untuk membantu menyebarluaskan informasi positif terkait pembangunan pariwisata di NTB agar kepercayaan publik dan minat kunjungan wisatawan terus meningkat,” tandasnya.
Editor : Akbar Sirinawa