LombokPost - Sebanyak 95 peserta mengikuti tahapan penulisan makalah dalam rangkaian seleksi terbuka, untuk 13 jabatan strategis Eselon II lingkup Pemprov NTB.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang CAT Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, pada Rabu (25/2).
Kepala BKD NTB Tri Budiprayitno tahapan penulisan makalah merupakan bagian penting dalam proses seleksi karena menjadi salah satu indikator kemampuan konseptual dan strategis peserta.
“Tema penulisan makalahnya itu sesuai dengan masing-masing jabatannya, dan juga disesuaikan dengan substansi di RPJMD dan isu-isu strategis Program Iqbal-Dinda,” tegasnya.
Pelaksanaan penulisan makalah dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 08.30–10.30 Wita dan diikuti peserta pelamar Tim II. Sementara sesi kedua dilaksanakan pukul 11.00–13.00 Wita untuk peserta pelamar Tim I. Peserta yang melamar pada dua formasi jabatan wajib mengikuti kedua sesi tersebut.
Karena materi penulisan makalah dirancang spesifik sesuai dengan jabatan yang dilamar, maka peserta dituntut mampu memahami serta mengelaborasi isu strategis yang relevan dengan posisi tersebut.
Sebagai contoh, untuk peserta yang melamar pada jabatan kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora), tema yang diangkat adalah transformasi tata kelola pendidikan, pemuda, dan olahraga dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia (SDM) NTB yang cerdas, kompetitif, dan berkarakter.
Sementara itu, bagi peserta yang melamar posisi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan kawasan permukiman, tema yang diberikan berkaitan dengan penguatan infrastruktur daerah.
“Tema makalahnya misalnya infrastruktur NTB tangguh untuk mendukung kedaulatan pangan, konektivitas ekonomi, dan ketahanan iklim,” tegas mantan kepala Dispora NTB tersebut.
Ia menegaskan, melalui penulisan makalah ini, para calon pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) diharapkan mampu menerjemahkan visi dan misi kepala daerah sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ke dalam langkah-langkah taktis dan implementatif.
“Berarti itu yang harus diuraikan oleh peserta, dan bobot penilaian penulisan makalah ini 20 persen,” kata dia.
Baca Juga: Kakak Gubernur NTB, Baiq Nelly Kusumawati Kembali Coba Peruntungan di Seleksi Jabatan Pemprov
Melalui tahapan ini, tim pansel mencari kepala OPD yang mampu menerjemahkan dan mengawal bagaimana visi dan misi pimpinan, atau menerjemahkan visi dan misi dari RPJMD NTB.
“Jadi, langkah-langkah taktisnya itu seperti apa harus bisa mereka uraikan,” tandas Tri.
Ketua Tim Pansel 1 Prof Riduan Mas’ud menekankan pemahaman terhadap visi kepala daerah menjadi bagian penting dalam proses seleksi terbuka ini, dan para peserta harus mampu menerjemahkan arah kebijakan pembangunan daerah secara konkret.
Editor : Kimda Farida