Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rihlah Ukhuwah, Menyatukan Ibadah dan Pembangunan, Gubernur Miq Iqbal: Pembangunan Berhasil Jika Dijalankan Bersama

Lombok Post Online • Jumat, 6 Maret 2026 | 12:41 WIB

 

SAFARI RAMADAN: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Bupati Loteng Lalu Fathul Bahri dan unsur muspida saat pembukaaan Lentera Ramadan di Lapangan Sepak Bola Jelojok, Kecamatan Kopang, Loteng.
SAFARI RAMADAN: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Bupati Loteng Lalu Fathul Bahri dan unsur muspida saat pembukaaan Lentera Ramadan di Lapangan Sepak Bola Jelojok, Kecamatan Kopang, Loteng.
 

LombokPost- Safari Ramadan yang digelar Pemerintah Provinsi NTB tidak sekadar agenda tahunan tetapi sebuah rihlah ukhuwah. Yaitu perjalanan kebersamaan yang menyatukan ibadah, kepedulian sosial, dan kerja nyata pembangunan.

Bagi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri, kepemimpinan bukan sekadar kewenangan yang dijalankan dari ruang kantor dan meja birokrasi.

Kepemimpinan adalah kehadiran di tengah masyarakat. Mendengar langsung denyut kehidupan rakyat. Dan bekerja memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar menyentuh kehidupan mereka.

Dalam pandangan Gubernur Miq Iqbal dan Wagub Umi Dinda, pemimpin harus berjalan bersama rakyat. Melihat langsung persoalan yang dihadapi. Dan menghadirkan solusi yang nyata. Semangat itulah yang mewarnai rangkaian Safari Ramadan 1447 H Pemprov NTB.

Ramadan selalu menghadirkan ruang perjumpaan antara iman, kemanusiaan, dan kepemimpinan. Di bulan yang sarat berkah ini, ibadah tidak berhenti pada ritual personal. Tetapi menjelma menjadi energi sosial yang menggerakkan kepedulian dan kebersamaan.

Pemerintah Provinsi NTB menjadikan momentum ini sebagai jalan untuk memperkuat ukhuwah. Sekaligus memastikan pembangunan hadir sebagai kehadiran nyata pemerintah di tengah masyarakat.

Perjalanan Safari Ramadan dimulai pada Ahad, (1/3) di Kabupaten Dompu. Dipimpin Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, rombongan pemerintah provinsi mengawali kegiatan dengan meninjau pelaksanaan program Desa Berdaya di Desa Saneo, Kecamatan Woja.

Di desa ini, Wagub Umi Dinda melihat langsung kondisi rumah warga yang masuk dalam kategori tidak layak huni. Berbincang dengan masyarakat, mendengar cerita kehidupan mereka, sekaligus memastikan bahwa program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat desa.

Menurut Wagub Umi Dinda, Desa Berdaya bukan sekadar program bantuan sosial. Tetapi sebuah upaya untuk membangun kemandirian masyarakat dari tingkat paling dasar.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat. Program Desa Berdaya bukan hanya soal bantuan, tetapi bagaimana kita mendorong kemandirian ekonomi warga, memperbaiki kualitas hidup, dan memperkuat daya tahan masyarakat desa secara berkelanjutan,” ujarnya.

Safari Ramadan di Dompu juga diisi dengan penyaluran berbagai bantuan sosial melalui Baznas NTB. Termasuk bantuan untuk lansia, penyandang disabilitas, serta dukungan renovasi musala warga. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen menjaga lingkungan dan masa depan generasi mendatang.

Malam harinya, kegiatan Safari Ramadan dipusatkan di Masjid Qushurul Jannah, Desa Kandai Dua. Ratusan paket bantuan disalurkan kepada masyarakat, menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat antara pemerintah dan warga.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Umi Dinda mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial.

“Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperkuat kepedulian dan gotong royong. Melalui Safari Ramadan ini kami ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran,” ungkapnya.

Dari Dompu, perjalanan Wagub Umi Dinda berlanjut menuju Kota Bima pada Senin (2/3). Di kota yang menjadi gerbang timur NTB itu, rangkaian Safari Ramadan dimulai sejak pagi hari dengan menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat.

Agenda pertama digelar di Pasar Amahami, salah satu pusat perdagangan utama di Kota Bima. Di tengah aktivitas para pedagang dan pembeli, Wagub Umi Dinda melakukan inspeksi langsung untuk memantau stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadan.

Alhamdulillah, harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Kalau pun ada kenaikan, masih dalam batas wajar. Pemerintah akan terus memantau agar masyarakat tetap tenang dan kebutuhan pangan tersedia hingga akhir Ramadan,” ujarnya.

Dari pasar rakyat, agenda berlanjut ke Kantor Wali Kota Bima dalam Apel Siaga Program Indonesia Asri dan NTB Asri Berkelanjutan. Dalam amanatnya, Wagub Umi Dinda menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan tidak lagi dapat dilakukan dengan pola lama.

“Pengelolaan sampah tidak boleh hanya kumpul, angkut, buang. Kita harus mulai dari sumbernya. Ini adalah gerakan bersama untuk menjaga bumi yang kita wariskan kepada generasi mendatang,” tegasnya.

Sebagai simbol komitmen tersebut, dilakukan penanaman pohon pule di halaman kantor pemerintah kota.

Rangkaian kegiatan Wagub Umi Dinda kemudian berlanjut ke SMK Negeri 3 Kota Bima. Kegiatan diisi dialog dengan guru dan siswa, menyaksikan berbagai karya kreativitas pelajar, sekaligus mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan generasi muda.

“Sekolah harus menjadi tempat yang dirindukan oleh siswa, tempat mereka tumbuh, belajar, dan membangun masa depan dengan rasa aman dan percaya diri,” ujarnya.

Sementara itu, pada hari yang sama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal tiba di Kota Bima untuk melanjutkan rangkaian Safari Ramadan.

Sebelum menghadiri kegiatan Lentera Ramadan, Gubernur Miq Iqbal meninjau langsung program penanganan stunting melalui intervensi keluarga berisiko stunting dalam program KDKPM (Keluarga Dampak Kemiskinan Prioritas Masyarakat).

Dalam kegiatan ini, Gubernur Miq Iqbal melihat langsung kondisi keluarga sasaran dan memastikan bahwa intervensi pemerintah berjalan tepat sasaran.

CEGAH STUNTING: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal didampingi Ketua TP PKK NTB Sinta Agathia saat memantau kasus stunting di Desa Nggembe, Kabupaten Bima, Selasa (3/3).
CEGAH STUNTING: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal didampingi Ketua TP PKK NTB Sinta Agathia saat memantau kasus stunting di Desa Nggembe, Kabupaten Bima, Selasa (3/3).

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Miq Iqbal didampingi Ketua TP-PKK Provinsi NTB Sinta Agathia yang memberikan perhatian khusus pada program kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.

“Stunting tidak hanya soal gizi. Ia berkaitan dengan sanitasi, kondisi rumah, pola asuh, hingga kondisi ekonomi keluarga. Karena itu pendekatannya harus komprehensif dan melibatkan semua pihak,” jelas Gubernur Miq Iqbal.

Rangkaian kegiatan di Kota Bima kemudian dilanjutkan dengan program Lentera Ramadan di Masjid Agung Al-Muwahidin. Program ini menjadi inovasi baru pemerintah provinsi yang untuk pertama kalinya diselenggarakan secara bergilir di berbagai kabupaten dan kota di NTB.

“Selama ini kegiatan Ramadan banyak terpusat di satu tempat. Sekarang kita ingin menyebarkannya ke seluruh daerah. Pembangunan tidak boleh hanya berputar di satu kota, tetapi harus dirasakan dari Ampenan sampai Sape,” ujarnya.

Perjalanan Safari Ramadan kemudian berlanjut ke Kabupaten Bima pada Selasa (3/3). Di Desa Nggembe, Gubernur Miq Iqbal meninjau langsung kondisi anak-anak yang menjadi sasaran program penanganan stunting.

Gubernur juga meninjau lokasi banjir bandang yang sempat melanda wilayah tersebut. Selain menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak, pemerintah provinsi menyiapkan langkah penanganan jangka panjang.

“Penanganan bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Kita harus memastikan ada solusi permanen agar masyarakat tidak terus hidup dalam kekhawatiran setiap musim hujan,” tegasnya.

Safari Ramadan juga membawa rombongan ke Desa Donggo, wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air bersih. Dalam dialog bersama masyarakat, Gubernur Miq Iqbal menerima laporan mengenai tampungan air yang belum dapat dimanfaatkan karena belum tersedianya jaringan pipa.

“Air adalah kebutuhan dasar. Tidak boleh ada sumber air yang tidak bisa dimanfaatkan hanya karena tidak ada jaringan pipa. Ini akan segera kita carikan solusi,” ujarnya.

Perjalanan Safari Ramadan itu seakan berjalan tanpa jeda. Dari Dompu, Kota Bima, hingga Kabupaten Bima, rombongan terus bergerak menyusuri Pulau Sumbawa. Tidak ada penat yang diperlihatkan, tidak ada jarak yang terasa terlalu jauh. Sebab bagi kepemimpinan Iqbal–Dinda, perjalanan itu bukan sekadar agenda kerja. Ia adalah ikhtiar untuk mendekatkan pemerintah dengan rakyat, karena masyarakat adalah alasan utama mengapa pembangunan itu dijalankan.

Tanpa jeda dan tanpa lelah, perjalanan kemudian berlanjut menuju Lombok Tengah pada Rabu (4/3). Agenda pertama dimulai di Kantor Desa Barabali, Kecamatan Batukliang. Di tempat itu, Gubernur Miq Iqbal bertemu dengan para Pendamping Desa Berdaya untuk membahas strategi penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting.

“Selama ini kita sering berjalan sendiri-sendiri. Padahal persoalan kemiskinan harus diorkestrasi bersama. Semua pihak harus bergerak dalam satu irama agar intervensi benar-benar sampai kepada keluarga yang membutuhkan,” tegasnya.

Usai pertemuan tersebut, Gubernur Miq Iqbal meninjau langsung kondisi warga yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem serta keluarga dengan anak stunting.

Dari Batukliang, perjalanan berlanjut menuju kawasan wisata alam Benang Kelambu. Di kawasan yang dikelilingi rimbunnya hutan itu, Gubernur Miq Iqbal melakukan penanaman bibit pohon bersama jajaran Balai KPH Wilayah I Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB.

“Lingkungan adalah fondasi kehidupan. Kalau alam rusak, maka pembangunan akan kehilangan pijakan. Karena itu menjaga hutan dan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Rangkaian Safari Ramadan kemudian ditutup di Lapangan Jelojok Kopang dengan pembukaan kegiatan Lentera Ramadan bersama masyarakat.

Dalam kegiatan ini, Gubernur hadir bersama Ketua TP-PKK NTB Sinta Agathia, Bupati Lombok Tengah, Lalu Fathul Bahri, serta jajaran pemerintah daerah.

Lapangan yang dipenuhi masyarakat dan pelaku UMKM itu menghadirkan suasana Ramadan yang hangat. Bazar ekonomi rakyat, pengajian, dan berbagai kegiatan sosial memperlihatkan bagaimana masjid dan masyarakat dapat menjadi pusat kehidupan bersama.

SIDAK PASAR: Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri mengawali rangkaian Safari Ramadan dengan melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Amahami, Kota Bima, Senin (2/3).
SIDAK PASAR: Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri mengawali rangkaian Safari Ramadan dengan melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Amahami, Kota Bima, Senin (2/3).

Di titik inilah makna Safari Ramadan sebagai rihlah ukhuwah menemukan bentuknya. Perjalanan panjang dari Dompu, Kota Bima, Kabupaten Bima hingga Lombok Tengah memperlihatkan satu hal yang sederhana namun mendasar. Bahwa bagi kepemimpinan NTB hari ini, masyarakat bukan sekedar objek pembangunan, melainkan alasan utama mengapa pembangunan itu dijalankan.

Di penghujung rangkaian Safari Ramadan tersebut, Gubernur Miq Iqbal menyampaikan pesan yang menegaskan bahwa pembangunan daerah hanya dapat berhasil jika dijalankan bersama.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pembangunan hanya akan berhasil jika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama, saling menguatkan dan saling menjaga. Ramadan mengajarkan kita tentang kepedulian, keikhlasan, dan tanggung jawab terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang harus menjadi ruh dalam membangun NTB,” ujarnya.

Safari Ramadan Pemprov NTB pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia menjelma menjadi perjalanan ukhuwah, perjalanan kepemimpinan yang berjalan dari desa ke desa, dari masjid ke masjid, dari hati rakyat menuju kebijakan pembangunan.

Dan di bulan yang penuh berkah ini, dari desa-desa hingga kota, dari masjid hingga pasar, perjalanan itu terus berlangsung, menguatkan ukhuwah, menyatukan ibadah dan pembangunan, serta menyalakan harapan menuju NTB yang Makmur Mendunia. (lil/kominfotikntb/r3)

Editor : Kimda Farida
#Gubernur #wakil gubernur #kepemimpinan #safari ramadan #NTB