LombokPost - Masyarakat di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta untuk tidak melonggarkan kewaspadaan.
Meski telah melewati puncak musim hujan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi NTB menegaskan bahwa potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem masih mengintai hingga pertengahan Maret 2026.
Berdasarkan pemantauan Dasarian I Maret (1-10 Maret), curah hujan di Bumi Gora terpantau bervariasi. Wilayah Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU), mencatatkan curah hujan tertinggi mencapai 172 mm/dasarian, masuk dalam kategori tinggi.
Analisis Dinamika Atmosfer: Angin Baratan Masih Aktif
Hasil monitoring menunjukkan bahwa aliran massa udara di sebagian besar Indonesia, termasuk NTB, masih didominasi oleh angin baratan yang diprediksi tetap aktif.
Fenomena MJO (Madden-Julian Oscillation) saat ini juga terpantau aktif di Fase 5 (Maritime Continent) dan bergerak menuju Fase 6 (Western Pacific).
"Kondisi ini memicu aktifnya gelombang atmosfer yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur," tulis laporan resmi BMKG Staklim NTB yang disusun oleh Forecaster Nindya Kirana dan Suci Agustiarini.
Peluang Hujan Dasarian II (11–20 Maret)
Memasuki Dasarian II Maret, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah NTB masih memiliki peluang hujan dengan intensitas di atas 50 mm/dasarian dengan probabilitas tinggi, yakni 60 hingga lebih dari 90 persen.
Bagi warga di wilayah Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, dan Bima, perlu meningkatkan kewaspadaan ekstra. Terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih tinggi (>100 mm/dasarian) sebesar 30-50 persen yang berpotensi memicu genangan atau luapan air.
Nihil Peringatan Dini Kekeringan, Fokus pada Hidrometeorologi
Kabar baiknya, hingga saat ini BMKG menyatakan NIHIL untuk peringatan dini kekeringan meteorologis. Fokus utama saat ini adalah mitigasi bencana hidrometeorologis seperti angin kencang, banjir, hingga tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba akibat intensitas hujan menengah-tinggi.
Imbauan bagi Masyarakat
Pemerintah dan masyarakat dihimbau untuk tetap memperhatikan kebersihan saluran drainase dan memantau debit air di wilayah aliran sungai.
"Masyarakat diharapkan terus waspada terhadap potensi kejadian cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologis secara tiba-tiba," tegas pihak BMKG.
Bagi warga yang merencanakan kegiatan di luar ruangan atau perjalanan lintas kabupaten, disarankan untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi dampak kerugian maupun gangguan kesehatan.
Editor : Kimda Farida