LombokPost - Warga Gili Trawangan, Lombok Utara, sempat dibuat cemas oleh temuan benda silinder besar mirip torpedo di laut. Setelah diperiksa, tim Gegana Brimob Polda NTB memastikan benda asing itu bukan bahan peledak maupun torpedo.
Kepastian itu disampaikan setelah tim komposit yang terdiri dari Jibom, operator KBRN, dan Wanteror melakukan serangkaian pemeriksaan teknis di lokasi.
Dansat Brimob Polda NTB Kombes Pol. Dwi Yanto Nugroho mengatakan, pihaknya langsung bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait benda mencurigakan berbentuk silinder tersebut.
“Kami telah melaksanakan pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi bahan peledak Kerber T, dan hasilnya tidak ditemukan adanya bahan peledak berbahaya. Selain itu, pengecekan dengan alat RIIDEYE X juga menunjukkan nol unsur radioaktif,” jelasnya.
Baca Juga: Terkini! Ramat Gan Diguncang Serangan, Kendaraan Rusak Tertimpa Reruntuhan
Dari hasil identifikasi visual dan penelusuran kode pada badan benda, diketahui alat tersebut bertipe DR11-300kHz-20-1500-AF, dengan diameter sekitar 70 cm dan panjang 3,7 meter.
Benda itu merupakan instrumen oseanografi yang diproduksi oleh Institute of Acoustics, Chinese Academy of Sciences bekerja sama dengan Jinzhou Hangxing Ocean Instrument Equipment Co., Ltd.
Menurut Dwi Yanto, alat tersebut tidak memiliki fungsi militer. Fungsinya untuk mengukur kecepatan dan arah arus laut pada berbagai kedalaman.
Biasanya, alat ini dipasang pada pelampung atau ditempatkan di dasar laut untuk pemantauan lingkungan jangka panjang.
Secara fisik, alat ini dirancang tahan tekanan air laut, dengan bahan campuran karet dan plastik yang diperkuat rangka baja.
Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya pelaku wisata dan nelayan di sekitar Gili Trawangan, agar tidak panik.
“Ini murni alat penelitian yang kemungkinan hanyut atau terlepas dari posisinya,” tegasnya.
Saat ini, benda tersebut telah diamankan oleh pihak berwenang untuk koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait, termasuk kemungkinan pengembalian kepada pemiliknya.
Editor : Marthadi